SatusatuenMagz

Menulis Mengabarkan

Anak hanya copy paste #2

Benar-benar terjadi. Dalam kehidupanku dan mungkin ada dalam kehidupan kalian. Ketika kita dapati seorang anak meniru tingkah laku orang dewasa. Mulai dari kata-kata  bahkan hingga perbuatan. Bisa langsung di praktekkan, bisa juga hanya tersimpan dalam memorinya kemudian secara tidak sadar menjadi mindset tuh anak kelak.

Contoh begini. Seorang Ibu yang terbiasa mencaci anaknya dengan kata-kata kasar, maka anak itu akan mencaci temannya dengan kata kasar pula.

Kisah nyata. Ibu menegur anak perempuannya.Ibu : “Ayo Pulang!! malem-malem maen, kayak LONTHE aja!!”. Dan ketika anak itu marah kepada temennya, dia berkata “Asu!!..dasar LONTHE!!”

Ada persamaan disini. Kata yang dipelajari si anak berasal langsung dari mulut Ibunya.

Kisah kedua. Ibu kepada anak perempuannya (tokoh lain).

Anak : “Lho, eyang mana??”
Ibu : “Mati, Dikubur.”
Padahal eyang di kamarnya. Dan ketika anak tersebut ditanya tetangga yang mencari eyangnya.

Tetangga : “Dek, eyang ada??”
Anak : “Mati, Dikubur.”

Naudzubillah..

Kisah ketiga. Seorang Ayah kepada anak. (Malem hari, jam belajar).

Ayah : “Buruan belajar!! Minta dihajar ya??”. Sore hari ketika anak itu bermain bersama temannya.

Anak : “Woi, Asu, Minta di hajar ya?? Kopet!!”. Dan ga lama teman-temannya ikutan ngomong kata tersebut.

Ironi..

Dan banyak lagi fakta yang telah saya rekam dalam kehidupan saya, meski hanya mampu menulisnya disini. Tidak hanya terjadi di sekitar tempat tinggal saya, namun juga setiap tempat yang saya datangi. Pernah berada di kota lain dan menemukan hal yang sama yang terjadi di kota asal. Perbedaan hanya pada penggunaan bahasa.

Tidak hanya kata kotor dan tingkah laku negatif saja yang terekam dalam memori tiap anak. Namun juga contoh baik yang mereka lihat dan dengar.

Ketika saya sholat, anak laki-laki saya (15 bln) melihat dan mengamati. Istri saya kemudian menjelaskan kepadanya apa yang saya lakukan. Lalu memberi contoh melakukan Takbiratul ikhram, kemudian praktek dengan tangannya langsung. Hasilnya, ketika ditanya..

“Gimana dek sholatnya??”. Serta merta dia angkat tangannya setinggi kepala dan bersedekap dengan tangan kanan diatas tangan kiri. Hal itu dia lakukan setiap melihat saya/istri sholat dan setiap adzan berkumandang. Alhamdulillah.

Dan saya yakin setiap anak, apabila kita mau mengajarinya dengan kebaikan. Insya allah, mereka menirunya. Hanya saja, mungkin kita lebih sering menunjukan sikap negatif dan kata-kata yang tidak patut mereka tiru.

Mungkin kita bisa berdalih. “Ah, bukan anak ku, nyante aja lage”. Dan kita tidak sadar, bisa saja anak kita meniru temannya yang barusan mendengar dari mulut kita. Karena lingkungan sangat mempengaruhi mindset seseorang.

Oleh sebab itu, mulai dari diri kita. Jaga setiap kata dan perbuatan dari hal yang negatif. Agar copy paste ini ga mengakar hingga cucu, cicit kita nanti.

Bersama kita bisa

Advertisements

4 comments on “Anak hanya copy paste #2

  1. Pingback: Teknologi dan Akhlak « Be Happy Brother

  2. Pingback: Anak hanya copy paste #3 « Be Happy Brother

  3. Pingback: Tips untuk Ayah Bunda « Be Happy Brother

  4. Pingback: Kiat Mendidik Anak : Ucapkan “Maaf”, “Tolong” dan “Terima Kasih” « Be Happy Brother

Tinggalkan Pesan ya Sist/Bro (Leave a comment Please)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Suka pake ini. Kamu?

download chrome

Me


Hai, Selamat datang dan selamat membaca. Tolong tinggalkan jejak disini.
Please, write a comment. Thanks visitin' this blog

Komunitas

Komunitas Blogger Jogja

Follow me on Twitter

%d bloggers like this: