SatusatuenMagz

Menulis Mengabarkan

Pendaftaran Siswa Baru,Ribetnya

Seperti tahun² sebelumnya dan sudah menjadi agenda tahunan, Di akhir tahun ajaran banyak calon siswa berbondong² mendatangi sekolah yang di impikannya (?). Entah memang sekolah itu menjadi idolanya sejak lama atau hanya karena nilai yang terbatas. Namun yang pasti adalah agenda tahunan ini sepertinya di manfaatkan berbagai pihak – bukan nuduh – hanya saja jika di perhatikan secara seksama perihal pendaftaran siswa baru semakin rumit saja.Pada zaman dahulu kala sewaktu saya lulus dari SD maupun lulus SMP (sekarang SLTP) saat itu disibukkan mencari dan mendaftar sekolah sendirian. Ingat.. Sendirian. Bukan karena orang tua tidak peduli, melainkan proses pendaftaran terbilang gampang, bahkan untuk anak SD macam saya waktu itu. Begitu dinyatakan lulus SD, saya kendarai sepeda BMX menuju SMP 10 Yogyakarta guna mencari Informasi NEM tertinggi dan terendah (saya telah siapkan NEM dan DANEM beserta Copy-nya). Begitu dirasa masuk dan berada di level aman, saya putuskan mendaftar. Saya tunggu hingga posisi (nilai) saya benar² aman (setiap hari selama masa pendaftaran cek ke SMP 10 Yk), hingga akhirnya saya putuskan tidak mencabut form pendaftaran saya. Mirip dengan forex ya.. hahaha.. Bayangkan hal itu dilakukan anak SD. Saya bisa melakukannya karena memang mudah bagi saya. Begitu juga saat akan masuk SMA (sekarang SLTA). Semua saya lakukan sendiri. Hanya copy ini itu dan bawa ke SMA tujuan. Sooooo easy..

Sekarang?? Tunggu.. Kita mulai dengan tahun lalu. Tepatnya tahun 2010,saat adik saya Yoyo (silahkan Kesini untuk kenal sama Yoyo) mencari SLTP. Pada tahun itu, saya yang pontang panting mencarikan syarat masuk untuknya. Kenapa bukan Calon siswanya langsung??

Karena pada tahun itu di mulainya era baru dalam dunia pendidikan,khususnya Jogja. Dimana pendaftaran dilakukan secara online (?? emang beneran Online?? bukannya setengah Online??). Begini alurnya:

  • Bagi siswa yang menggunakan Kartu KMS di harap mecopy beberapa dan melegalisir sampai minimal Kelurahan. Pada prakteknya saya langsung bawa ke kelurahan. Dan bisa.
  • Bagi siswa non KMS  langsung ke DISDIK (kalo di Jogja dijalan Hayamwuruk)
  • Bagi siswa luar kota harus menyertakan surat keterangan dari kepala sekolah asal siswa. Hal ini yang sering membuat kaget. Sudah jauh² ternyata ada syarat seperti itu. Harus balik ke kota asal.
  • Setelah syarat di penuhi dan di proses, mereka (calon siswa) akan mendapatkan surat keterangan telah teregistrasi sebagai calon siswa kota Yogya berikut nomornya (mulanya saya ga ngeh itu nomor buat apa)
  • Langkah berikutnya adalah menuju sekolah yang di inginkan.
  • Disana calon siswa menyerahkan syarat masuk,mengisi form dan tentu saja menyerahkan surat keterangan dari DISDIK tadi. Pihak sekolah akan mengecek status calon siswa tersebut dengan meng-input nomor registrasi dari DISDIK lewat sebuah web. Bila nomor di temukan maka siswa dinyatakan telah teregistrasi dan berhak melanjutkan pendaftaran. (??? ini yang dimaksud ONLINE????????? Mereka bilang pendaftaran online lho???) Plis deeeeh
  • Fiuh capek nulisnya
  • Setelah itu menunggu. Dinyatakan masuk atau tidak, nunggu hari pengumuman. Kalo gagal?? Mepet waktunya untuk cari sekolah lain.

Sedangkan untuk tahun ini sedikit lebih panjang. Perbedaan ada pada bagian Legalisir KMS. Sudah tidak lagi minimal Kelurahan, melainkan harus langsung ke DINSOSNAKERTRANS di Balai Kota (Kenapa ya kira-kira??). Pada tanggal 01 Juni 2011 (saat draft artikel ini dibuat) saya melegalisir KMS guna syarat masuk adik saya paling kecil – ARI – ke SLTP. Antrian begitu panjang hingga mencapai 400-an lebih. Saya mendapat nomor 328 –WOOOOW. Ambil copy-an KMS (yang semula diinformasikan 4 lembar copy-an tapi di TKP diminta 6 lembar) yang di legalisir hari senin (6 Juni 2011). Setelah itu di jadwalkan ke DISDIK,kemudian ke Sekolah tujuan.

Sepertinya semakin ribet  saja dari tahun ke tahun, di tambah klaim mereka yang mengatakan “pendaftaran siswa baru sekarang SUDAH ONLINE”

Dan saya tertawa terbahak-bahak.

Mereka lucu juga ya..

 

Advertisements

Tinggalkan Pesan ya Sist/Bro (Leave a comment Please)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on June 2, 2011 by in Kisah Nyata and tagged , , , .

Suka pake ini. Kamu?

download chrome

Me


Hai, Selamat datang dan selamat membaca. Tolong tinggalkan jejak disini.
Please, write a comment. Thanks visitin' this blog

Komunitas

Komunitas Blogger Jogja

Follow me on Twitter

%d bloggers like this: