SatusatuenMagz

Menulis Mengabarkan

Kiat mendidik anak : Jaga Ucapanmu

Irul (1,5th), Anakku sudah memasuki fase “membeo”. Yaitu menirukan apapun yang dia dengar seperti halnya burung Beo. Ada kata yang langsung bisa di tiru namun ada juga yang perlu berkali² di contohkan. Itu semua tergantung masing² anak. Namun bisa saya kasih contoh kata yang perlu di ulang sampai anak saya menirunya (meski tidak sempurna) misal : Staples (diucapkan ‘Ples), Koran (diucap ‘Yan), Halo (Hawo),Tante (Tete), Duduk (Duduk), Satu (Satu), Pedes (des), Mimik=Minum (mik), Spongebob (bobbob), dan beberapa kata lain. Dan beberapa contoh kata yang bisa langsung di ucap, misal : Ayah (Ayah),Simbah (Mbah),Ibu (Buk),Nenen (Nenen),Bobok (Bobok), Pipis (Pis),Ndodok=Jongkok (‘dok), Sek =bs jawa : Tunggu(Sek), Cicak (Cak), Iwak=ikan (Wak), Wani=berani(Ani) dan lain sebagainya.

Setiap kami mengucapkan sesuatu atau dalam obrolan ringan di rumah, kami sering mendapati Irul menirukan satu kata dari kami. Entah sama persis atau hanya bagian belakangnya saja. Kenyataan itu yang membuat kami akhirnya menjaga kata² . Tidak asal bicara. Sama halnya dengan kakek neneknya. Beliau berdua berhati-hati dalam bertutur kata. Menjaga agar anak kami tidak meniru kata-kata yang salah. Kami tidak ingin anak kami pandai mengucapkan kata-kata yang buruk artinya.

Saya yakin Anda pernah atau bahkan sering menemui anak-anak yang memaki dengan kata-kata kasar,berbicara jorok,menghina dan sebagainya. Dari mana mereka mendapat kosakata itu?. Dari kita,tentu saja. Orang yang seharusnya mengajari kebaikan dengan kata-kata yang baik.

Sekarang silahkan Anda memilih. Ingin anak yang bertutur kata baik atau sebaliknya, banyak bicara namun menyakiti dengan kata-kata yang kasar??

Saya yakin (untuk kedua kalinya). Ada yang mengatakan, “Dari kita mungkin bisa menjaga kata-kata namun dari orang lain belum tentu sadar dengan kenyataan ini.”

Ya. Saya juga berpikir seperti itu. Karena itu,kami (orang tua Irul) sepakat untuk

  • Mengingatkan (oknum yang berkata kasar) agar tidak mengulanginya.
  • Bila sulit. Alihkan perhatian anak dengan mengulang kata lain yang lebih baik atau setidaknya memiliki arti yang tidak kasar. Contoh : Itu LANGIT, warnanya BIRU. Apa Nak warnanya? BIRU, BIRU.
  • Bila dirasa oknum itu bandel. Segera tinggalkan tempat bermain dan  berupaya mencari tempat bermain lain. Bukan bermaksud menjauhi. Hanya untuk menjaga dari pengaruh buruk.

Langkah itu kami coba jalani. Bagi Anda yang ingin mencoba kami persilahkan. Kami juga sedang belajar menjadi Ayah dan Ibu yang baik bagi Putra Putri kami nantinya.

Advertisements

Tinggalkan Pesan ya Sist/Bro (Leave a comment Please)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on June 3, 2011 by in Tutorial dan Kiat-kiat and tagged , , .

Suka pake ini. Kamu?

download chrome

Me


Hai, Selamat datang dan selamat membaca. Tolong tinggalkan jejak disini.
Please, write a comment. Thanks visitin' this blog

Komunitas

Komunitas Blogger Jogja

Follow me on Twitter

%d bloggers like this: