SatusatuenMagz

Menulis Mengabarkan

Semua demi cinta..(cieee!!)

Rasanya badan pengin di Flash aja nih. Pengen ganti versi yang terbaru,biar fresh. Hahahaha..emangnya hp..Tapi beneran nih. Kemaren gantiin jaga jadwal temen yang pulang kampung,apesnya shif setelah itu-pun juga sedang pulang kampung. Jadinya aku harus bablas 2 shif sampe pagi. Mulai jam 7 malem di lanjut ampe jam 7 pagi. Walah walah…ngantuknya puooll.. akibatnya ga buka warung yang udah 3 hari ga jualan.

Jam 7 lebih aku pulang. Dah ga berani buka warung. Lha ntar kalo malah ketiduran di warung gimana?? penginnya langsung tidur sesampai di rumah,tapi Irul (20 bulan) ngajak maen. Aku di tariknya ke balkon rumah yang menghadap ke jalan raya sambil bilang “ayah ayah eyok bis” Dia pengin aku nemenin dia ngelihat bis. Aku iyain aja,dari pada dia nangis. Sambil menahan ngantuk aku duduk disamping dia yang lagi mainin truk kecilnya di tembok rumah kami. “ayah ayah bis” ucapnya sambil nunjukin truknya. “Bukan nak,itu Truck” kataku. “Tek ayah tek” ucapnya berusaha melafalkan Truck yang emang pasti masih susah bagi anak sekecil dia.

“Irul maen sama Ibu ya,ayah biar tidur dulu” ucap Istriku sambil menghampiri Irul. “Eeeeeeeeee..ayah eyok bis iyul” rengeknya sambil menggenggam jariku.”iya iya” sahutku. Akhirnya aku cuma bisa bersandar di dinding rumah sambil memejamkan mataku.

Bosan dengan truknya,irul berjalan menuju setumpuk mainannya di kardus pojok rumah. Di dorongnya kardus itu hingga tumpah ruah seluruh mainannya di lantai. Aku diam saja dan masuk kamar. Langsung saja kupeluk bantal dan tidur.

Belum juga 10 menit aku tidur,tiba-tiba tubuhku di goyang oleh sebuah tangan mungilnya. Sambil menyodorkan semangkok nasi beserta sayurnya dia berkata “api iyul api iyul”. Astagfirullah. “disuapi ibu aja ya nak? ayah ngantuk nih” kataku. “Aaaaaaaaaaa” teriaknya. “Sini dek,Ibu aja ya yang nyuapi??” Istriku mencoba meminta mangkok itu. “Aaaaaaaaaa…Ayah api iyul,api iyul”

Aduuuhh..kalo dah begini,kalah deh. Harus nuruti kemauannya. Kalo dia bilang kepengin sama ibu makannya,yaaa aku ga boleh ikutan. Begitu juga kalo Irul pengen di suapi aku,Ibunya ga bakal boleh nyuapi. Alhasil aku harus menahan ngantuk demi menyuapi Irul yang udah semakin ngotot.

Mana ntar aku mau ke gerai Indosat lagi….

Advertisements

Tinggalkan Pesan ya Sist/Bro (Leave a comment Please)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on July 26, 2011 by in Cerita and tagged , , , , .

Suka pake ini. Kamu?

download chrome

Me


Hai, Selamat datang dan selamat membaca. Tolong tinggalkan jejak disini.
Please, write a comment. Thanks visitin' this blog

Komunitas

Komunitas Blogger Jogja

Follow me on Twitter

%d bloggers like this: