SatusatuenMagz

Menulis Mengabarkan

Dosa yang belum termaafkan

Mungkin pernah kita meminta maaf kepada seseorang karena kita punya salah. kita sudah bertobat di hadapan Allah,dan tinggal meminta maaf kepada yang bersangkutan. Namun oleh orang itu,kesalahan kita belum atau tidak dimaafkan.

Bagaimana Islam memandang ini?

Simak kajian berikut ini.

oleh Ustadz Aris Munandar, S.S., M.A.

Jika anda sudah meminta maaf kepadanya dan sudah berusaha mengembalikan sesuatu yang menjadi haknya maka Anda tidak salah, bahkan dialah yang berdosa.

Baca juga :
Aduh! Lupa jumlah rakaat pas shalat!
Aduh! Lupa jumlah hari yang harus di qadha.
Puasa tapi berkata kotor. Bagaimana itu?
Bagaimana membayar hutang puasa?
Lupa sahur tapi sudah masuk subuh.
Hukumnya mencicipi makanan ketika berpuasa.
Inhaler bisa membatalkan puasa?
Enam keadaan wanita di Surga. Apa saja?
Pakai kondom? wajib mandi junub ngga?
Haid sebelum berbuka puasa. Bagaiamana ini?
Hukum kumur-kumur sikat gigi sewaktu puasa.
Bolehkan tahajud setelah tarawih?
Bagaimana hukumnya berendam saat puasa?
Bagaimana hukumnya onani?
Ada yang mendahului Rosul masuk surga. Siapa dia?
Siapa saja yang wajib zakat fitri.
Mengenalkan puasa kepada anak.
Sebenarnya, zakat fitrah atau zakat fitri?
Kapan sebaiknya menunaikan zakat fitrah?

 

About the author

Ustadz Aris Munandar,M.A. Beliau adalah pengasuh pondok pesantren Hamalatul Qur’an Yogyakarta dan dewan pembina milis syariah Komunitas Pengusaha Muslim PM-Fatwa, website PengusahaMuslim.com, KonsultasiSyariah.com , dan Yufid.TV, serta mengasuh pengajian di beberapa masjid Yogyakarta.
Jawaban 2

Sebagai manusia kadang kita melakukan salah dan dosa baik kepada Allah maupun kepada orang lain. Apabila kesalahan atau dosa yang pernah kita lakukan itu berhubungan dengan orang lain, maka kita dianjurkan untuk mengakui kesalahan kita kepadanya dan memberi kesempatan kepada yang bersangkutan untuk menuntut balas atas kesalahan kita. Kalau orang tersebut memaafkan, kita tidak perlu menolaknya. Yang perlu ditekankan adalah bahwa umat Islam tidak dianjurkan untuk meminta maaf terhadap kesalahan yang dilakukan pada manusia. Justru sebaliknya, Islam mengajarkan kita untuk memaafkan semua kesalahan mereka. Allah SWT berfirman:

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS. Ali Imran: 331-134)

Perluaskan pintu maaf dan perkecil volume untuk meminta maaf, kecuali meminta maaf (ampun) kepada Allah. Rasulullah SAW tidak pernah datang kepada siapapun untuk minta maaf. Kalau beliau bersalah maka beliau memberi kesempatan kepada yang bersangkutan untuk menuntut balas dari beliau. Ketika Rasulullah SAW menjelang wafat, beliau memberi kesempatan kepada manusia untuk menuntut balas darinya apabila beliau pernah berbuat aniaya kepada mereka. Seorang anak muda yang beliau cambuk secara tidak sengaja dalam sebuah perang maju menuntut balas, lalu beliau pun mempersilakan anak muda untuk membalas dengan cara mencambuknya. Tetapi karena beliau mencambuknya dalam keadaan tidak memakai baju, anak muda itu pun meminta Rasulullah menyediakan badannya tanpa baju. Lalu, beliau pun menurutinya sementara sebagian sahabat yang lain sudah tidak bisa menahan diri. Apa yang terjadi? Anak muda tersebut kemudian memeluk beliau SAW dan memaafkannya. Jadi, pelajaran di sini adalah beliau tidak mengajarkan umatnya untuk meminta maaf, tapi sebaliknya untuk memaafkan.

Meminta maaf agaknya adalah budaya Timur, khususnya di Indonesia.

Baca juga :
Bagaimana hukumnya SMS Maaf-memaafkan menjelang Ramadhan?
Bagaimana hukumnya menjawab salam saat shalat?
Bagaimana ketika kita diganggu setan saat salat?
Bangun telat? Buat mandi junub apa sahur aja?
Bedakah tahajud dengan tarawih?
Kata dan kalimat apa yang disukai Allah?
Ada kalimat pemberi sepuluh kebaikan lho!
2 waktu tidur yang dilarang Rosul
Hukum memakai lipgloss atau lipstik sewaktu puasa
Dosa yang belum termaafkan
Haid di bulan Ramadhan. Bagaimana ini?

Istigfar dan Tobat

Di dalam Islam kita dianjurkan untuk istigfar (minta ampun) kepada Allah agar semua dosa dan kesalahan kita diampuni. Nabi Muhammad SAW sendiri beristigfar sebanyak lebih 70 kali dalam sehari semalam padahal semua dosa beliau sudah diampuni. Abu Hurairah r.a. meriwayatkan, saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Demi Allah sesungguhnya saya beristigfar dan bertobat kepada Allah dalam sehari lebih dari 70 kali.” (HR Bukhari).

Aghar bin Yasar Al-Muzni meriwayatkan, Rasulullah Saw bersabda: “Wahai manusia, bertobatlah kalian kepada Allah dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Allah dalam sehari sebanyak 100 kali.” (HR. Muslim)

Permasalahan keluarga yang Anda hadapi berasal dari banyak faktor, sehingga kita tidak dapat menjatuhkan kesalahan kepada seseorang.

Allah SWT adalah Zat yang Maha Mengampuni. Karena kita pasti pernah melakukan kesalahan dan dosa, maka kita dianjurkan untuk memperbanyak istigfar dan selalu bertobat kepada Allah SWT.  Wallahu Ta’ala a’lam.

Oleh Ustadz Dr. H. Rusli Hasbi, MA

Dr. H. Rusli Hasbi, MA, seorang ulama dan penceramah yang tidak asing di Indonesia, negara dengan 200 juta umat Islam. Peraih gelar Doktor di bidang Ushul Fiqh, pimpinan pondok Pesantren Ihya’ Qalbun Salim dan dosen UIN Jakarta ini sering mengisi acara Hikmah Pagi di TVRI.

Advertisements

3 comments on “Dosa yang belum termaafkan

  1. Pingback: Mendahului Rosul Masuk Surga | SatusatuenMagz

  2. Pingback: Kumur-kumur dan sikat gigi sewaktu puasa | SatusatuenMagz

  3. Pingback: Memakai lipgloss/lipstik sewaktu puasa | SatusatuenMagz

Tinggalkan Pesan ya Sist/Bro (Leave a comment Please)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Suka pake ini. Kamu?

download chrome

Me


Hai, Selamat datang dan selamat membaca. Tolong tinggalkan jejak disini.
Please, write a comment. Thanks visitin' this blog

Komunitas

Komunitas Blogger Jogja

Follow me on Twitter

%d bloggers like this: