SatusatuenMagz

Menulis Mengabarkan

Kumur-kumur dan sikat gigi sewaktu puasa

Adik bertanya : “Mas, kalo puasa katanya ga boleh kumur-kumur ya??”

Aku : “Asal ga kamu telan airnya,maka ga batal (puasanya).”

Adik : “Sikat gigi?”

Aku : “sama”

Adik : “Kalo ngerokok mas?”

Aku : “Karena rokok masuk ke lambung,maka itu batal (puasanya)”

Emang bener? kalo kumur-kumur engga batalin puasa??

Simak kajian berikut

Pertama

Pendapat pribadi :

Andaikan diharamkan kumur-kumur pada saat puasa, Akan ada 2 (dua) hal yang terjadi

  • Sebagian kita engga akan shalat Subuh, Dhuhur dan Ashar sepanjang bulan Ramadhan demi menjaga utuhnya puasa. Kenapa? Karena kumur-kumur adalah bagian dari wudhu. Sedangkan itu diharamkan.
  • Sebagian yang lain, akan tidak berpuasa. Kenapa? Karena demi syarat sah sholat.
    Bukankan berkumur salah satu bagian dari wudhu?

Nah looo…masa iya Allah ngasih aturan yang bikin bingung umatnya.

Dengan analogi seperti itu, saya yakin kumur-kumur tidak membatalkan puasa. Kecuali tuh air ga dibuang tapi di telan.
hiiii jijik.

Kumur-kumur membatalkan puasa atau tidak? itu tadi jawaban saya. Tapi apalah saya untuk berbicara. Baca pendapat ulama di bawah ini.

Baca juga :
Bagaimana hukumnya SMS Maaf-memaafkan menjelang Ramadhan?
Bagaimana hukumnya menjawab salam saat shalat?
Bagaimana ketika kita diganggu setan saat salat?
Bangun telat? Buat mandi junub apa sahur aja?
Bedakah tahajud dengan tarawih?
Kata dan kalimat apa yang disukai Allah?
Ada kalimat pemberi sepuluh kebaikan lho!
2 waktu tidur yang dilarang Rosul
Hukum memakai lipgloss atau lipstik sewaktu puasa
Dosa yang belum termaafkan
Haid di bulan Ramadhan. Bagaimana ini?

Kedua

Pendapat Ulama

Gosok gigi dianjurkan dalam setiap keadaan, baik ketika puasa maupun di luar puasa, baik di pagi hari maupun siang hari. Dalilnya:

1). Hadis dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَوْلا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي أَوْ عَلَى النَّاسِ لأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ مَعَ كُلِّ صَلاةٍ

“Andaikan tidak memberatkan umatku, niscaya perintahkan mereka untuk gosok gigi setiap hendak shalat.” (HR. Bukhari, no. 887)

2). Hadis dari A’isyah radliallahu ‘anha, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

السِّوَاكُ مَطْهَرَةٌ لِلْفَمِ ، مَرْضَاةٌ لِلرَّبِّ

“Bersiwak bisa membersihkan mulut dan mendatangkan ridha Allah.” (HR. Nasa’i dan dishahihkan al-Albani)

Hadis ini dalil dianjurkannya bersiwak dalam setiap keadaan. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mengecualikan untuk siapapun. Sehingga keumuman hadis mencakup orang yang puasa dan orang yang tidak puasa.

Demikian pula dibolehkan menelan ludah setelah bersiwak. Kecuali jika ada sisa makanan di mulut maka harus dia keluarkan. Selanjutnya, dia boleh menelan ludahnya. Sebagaimana orang yang puasa kemudian berkumur, dia mengeluarkan air dari mulutnya, setelah itu dia boleh menelan ludahnya, dan tidak harus mengeringkan mulutnya dari air yang dia gunakan untuk berkumur.
Imam an-Nawawi mengatakan,

Al-Mutawalli dan ulama lainnya mengatakan, Ketika orang yang puasa berkumur maka dia pasti akan memasukkan air ke dalam mulutnya. Dan tidak wajib mengeringkan mulutnya dengan handuk atau semacamnya, dengan sepakat ulama. (Al-Majmu’, 6: 327)

Imam Al-Bukhari mengatakan,

Bab: bolehnya bersiwak dengan siwak basah atau kering bagi orang yang puasa. Kemudian beliau membawakan riwayat dari Abu Hurairah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Andaikan tidak memberatkan umatku, niscaya aku perintahkan mereka untuk bersiwak setiap wudhu.’ Al-Bukhari mengatakan, ‘Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mengecualikan untuk orang yang puasa.’…. Atha’ dan Qatadah – keduanya adalah tabi’in – mengatakan, ‘Orang puasa boleh menelan ludahnya.’ (Shahih Bukhari, 7:234)

Al-Hafidz Ibn Hajar mengatakan,  ‘Dengan bab ini beliau mengisyaratkan bantahan untuk orang yang menganggap makruh menggunakan siwak basah bagi orang yang puasa… telah dijelaskan sebelumnya bahwa Ibn Sirin meng-qiyaskan siwak basah dengan air yang digunakan untuk berkumur.’ (Fathul Bari, 4:158)

Disadur dari Islamqa.com

Baca juga :
Aduh! Lupa jumlah rakaat pas shalat!
Aduh! Lupa jumlah hari yang harus di qadha.
Puasa tapi berkata kotor. Bagaimana itu?
Bagaimana membayar hutang puasa?
Lupa sahur tapi sudah masuk subuh.
Hukumnya mencicipi makanan ketika berpuasa.
Inhaler bisa membatalkan puasa?
Enam keadaan wanita di Surga. Apa saja?
Pakai kondom? wajib mandi junub ngga?
Haid sebelum berbuka puasa. Bagaiamana ini?
Hukum kumur-kumur sikat gigi sewaktu puasa.
Bolehkan tahajud setelah tarawih?
Bagaimana hukumnya berendam saat puasa?
Bagaimana hukumnya onani?
Ada yang mendahului Rosul masuk surga. Siapa dia?
Siapa saja yang wajib zakat fitri.
Mengenalkan puasa kepada anak.
Sebenarnya, zakat fitrah atau zakat fitri?
Kapan sebaiknya menunaikan zakat fitrah?

==================
Catatan:

Hukum menggunakan odol:

Syaikh Ibn Utsaimin menjelaskan,

Menggunakan odol atau pasta gigi bagi orang yang puasa tidak lepas dari salah satu diantara dua keadaan:

Pertama, odol yg rasanya sangat kuat, hingga pengaruhnya sampai ke dalam, sementara pengguna tidak mungkin menghindari kuatnya rasanya agar tidak masuk ke dalam. Dalam keadaan semacam ini terlarang melakukannya dan tidak boleh menggunakannya. Karena bisa menyebabkan batalnya puasanya. Dan segala sesuatu yang bisa menyebabkan kepada yang haram maka hukumnya terlarang. Disebutkan dalam hadis Laqith bin Shabrah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

بالغ في الاستنشاق إلا أن تكون صائماً

“Bersungguh-sungguhlah dalam menghirup air ke dalam hidung, kecuali jika kamu puasa.”
(HR. Abu Daud dan dishahihkan Al-Albani)

Dalam menghirup air ke dalam hidung, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengecualikan ketika sedang puasa. Karena ketika seseorang bersungguh-sungguh dalam menghirup air ke dalam hidung dalam kondisi puasa, terkadang air tersebut merembet masuk ke perutnya, sehingga puasanya menjadi batal. Karena itu, kami simpulkan, ‘Jika pasta gigi tersebut pengaruhnya sangat kuat, dimana bisa masuk ke perut maka tidak boleh menggunakannya dalam kondisi ini, atau minimal kita katakan: hukumnya makruh.’

Kedua, odol yg rasanya tidak terlalu kuat, sehingga memungkinkan bagi pengguna untuk berhati-hati agar tidak masuk maka hukumnya tidak mengapa menggunakan pasta tersebut. Karena dalam mulut itu dihukumi sebagaimana bagian luar tubuh. Oleh karena itu, seseorang boleh berkumur dan itu tidak mempengaruhi puasanya. Andaikan bagian dalam mulut bisa termasuk bagian dalam tubuh, tentu orang yang puasa dilarang untuk berkumur. (Majmu’ Fatata Jilid XIX, Bab: Hal-hal yang dimakruhkan dan dianjurkan).

Sumber:  http://www.islamway.com/?fatwa_id=13183&iw_a=view&iw_s=Fatawa
Diterjemahkan oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina KonsultasiSyariah.com).

Advertisements

3 comments on “Kumur-kumur dan sikat gigi sewaktu puasa

  1. Pingback: Mendahului Rosul Masuk Surga | SatusatuenMagz

  2. Pingback: Dosa yang belum termaafkan | SatusatuenMagz

  3. Pingback: Memakai lipgloss/lipstik sewaktu puasa | SatusatuenMagz

Tinggalkan Pesan ya Sist/Bro (Leave a comment Please)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Suka pake ini. Kamu?

download chrome

Me


Hai, Selamat datang dan selamat membaca. Tolong tinggalkan jejak disini.
Please, write a comment. Thanks visitin' this blog

Komunitas

Komunitas Blogger Jogja

Follow me on Twitter

%d bloggers like this: