SatusatuenMagz

Menulis Mengabarkan

Kiat mendidik anak : Jangan takuti hal yang tidak perlu di takuti

Jangan takuti anakmu. Memang itu yang ingin saya sampaikan disini. Demi rasa trenyuh saya terhadap anak-anak kecil yang menerima pendidikan yang salah dari orang yang lebih dewasa dari mereka.

Sering saya temui. Salah satunya begini

  • Seorang Ibu menakuti anaknya yang enggan makan dengan berkata “Kalo engga makan,nanti dibawa Bapak itu lho” ucap Beliau sambil menunjuk seorang renta yang -maaf- sedikit seram. Dalam contoh ini,ada pihak yang menjadi korban.
    Yang pertama adalah si anak, karena ia akan terdoktrin bahwa – orang tua yang meyeramkan itu akan memisahkan dirinya dengan Ibu- karena dirinya tidak makan. Dan ketika dirinya bertemu dengan orang tua yang lain,maka secara naluriah dia akan ketakutan setidaknya khawatir yang berlebihan.
    Korban yang kedua adalah orang tua -yang sedikit seram- itu. Beliau tidak tahu kesalahan yang dilakukannya sehingga seseorang harus takut kepadanya. Bahkan mungkin beliau adalah seorang yang sangat sayang terhadap anak kecil,yang mungkin gemas melihat kelucuan anak anda. Dan ternyata Anda malah membuat dirinya sebagai Obyek yang ditakuti anak anda.
    Dan alasan orang tua melakukan hal ini adalah Demi anaknya lahap makan. Hal yang seharusnya tidak perlu dijadikan alasan. Karena sesungguhnya si anak sedang ingin menyampaikan sesuatu yang pastilah luput dari perhatian orang tua. Mungkin dia bosan dengan menunya,mungkin dia tidak suka dengan masakan yang berkuah atau sebaliknya, mungkin dia tidak suka dengan salah satu isi sayurannya,mungkin dia sedang ingin bermain,mungkin dia belum lapar meski menurut kita seharusnya dia sudah lapar. Dan banyak lagi kemungkinan lain. Hal ini saya ambil berdasar pengalaman dengan anak saya -terutamanya- dan juga dari sikap anak-anak kecil lain.
    Anak kami suka dengan makanan kering,kami dapati hal itu ketika setiap hari kami suapi dengan masakan berkuah namun hanya diambil salah satu isinya saja yaitu wortel. Kami masakkan nasi goreng,ternyata benar,dia lahap makan sendiri. Anak 21 bulan itu merebut sendok dan mojok makan sendiri hingga berlepotan.
    Anak kami suka terhadap bakpia,sudah berhari-hari kami belikan makanan itu. Ketika kami belikan secara bersamaan bakpia dengan agar-agar. Dia memilih mencoba agar-agar dan melupakan bakpia. Sebelum senang dengan bakpia,dirinya ngefans dengan wafer Tango. Sekarang bakpia dan wafer tango tidak disentuhnya setelah senang dengan agar-agar dan susu murni nasional.
    Kita sebagai orang tua harus ekstra kreatif untuk mencari tahu keinginan anak dan banyak akal demi lahapnya si kecil. Anda bisa juga dengan meminumkan jus tomat untuk memicu rasa lapar si kecil. Cara ini saya pakai karena merasa kasian dengan anak jika harus di bawa ke jamu cekok yang memaksa si anak meminum jamunya. Memang tidak langsung terlihat efeknya,namun perhatikan saja. Si kecil bakalan menghabiskan banyak nasi untuk isi perutnya nanti.
    Jadi, tidak perlu menakuti anak dengan hal sepele,sebaiknya anda sebagai orang tua-lah yang kreatif mencari solusi.
  • Mendapati anaknya bermain di tanah,orang tua berkata “Jangan main di tanah,nanti digigit cacing”. Di lain kesempatan orang tua itu berkata sambil menunjuk kecoa “awas kecoa,hiiiii jangan main tanah. Nanti digigit kecoa”. Hal ini hanya akan membuat si anak fobia dengan hewan-hewan yang disebut orang tuanya. Padahal tidak perlu takut dengan hewan-hewan tersebut. Mungkin yang ingin di ajarkan orang tua adalah Waspada terhadap penyakit. Karena cacing dan kecoa dapat menimbulkan penyakit. Dan hal inilah yang seharusnya di jelaskan terhadap mereka,bukan malah menakutinya.
Advertisements

Tinggalkan Pesan ya Sist/Bro (Leave a comment Please)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Suka pake ini. Kamu?

download chrome

Me


Hai, Selamat datang dan selamat membaca. Tolong tinggalkan jejak disini.
Please, write a comment. Thanks visitin' this blog

Komunitas

Komunitas Blogger Jogja

Follow me on Twitter

%d bloggers like this: