SatusatuenMagz

Menulis Mengabarkan

Memungut Ramadhan

Sebelum Bulan penuh berkah ini benar-benar meninggalkan kita dan harus menunggu setahun lagi, sisihkan waktu untuk merenungi sejauh mana kita menyikapi puasa bulan ini. Puasa Ramadhan adalah Puasa yang wajib di jalankan oleh orang-orang beriman,karena puasa Ramadhan ini juga telah di wajibkan kepada pendahulu kita dengan tujuan agar kita bertakwa.

Pertanyaannya adalah..

  • Apakah kita menjalani puasa ini hanya untuk menggugurkan tugas wajib yang di perintahkan Allah SWT kepada kita?

Jika jawaban adalah IYA, mungkin kita termasuk dalam ungkapan Nabi SAW :

Rasulullah Muhammad saw mengatakan, “Berapa banyak orang yang melaksanakan puasa namun ia tak mendapatkan apa-apa dari puasanya selain lapar dan haus.”

Jika jawaban adalah Tidak, silahkan menilai puasa kita masing-masing :

Apakah dalam menjalaninya kita tidak menjaga pandangan kita dari hal-hal yang dilarang agama? Apakah mulut kita tetap mengucapkan kata-kata yang tidak pantas? Apakah masih suka bergunjing? Apakah masih mencela mencaci? Apakah dalam berdagang masih mencurangi pembeli

Atau mungkin kita melewatkan i’tikaf demi lemburan yang menggiurkan? Atau masih juga tidak peduli dengan tetangga yang berkekurangan? Cuek dengan pengemis dan tak mengenal sedekah? AlQuran tidak tersentuh sama sekali? Enggan shalat,tidak Dzikir?

Jika semua pertanyaan tersebut dijawab dengan IYA. Masih pantas kah kita mengaku telah menyelesaikan tugas wajib ini? Sudah cukupkah dengan semua itu?

Allah telah mengunci rapat-rapat setan agar tidak mengganggu ibadah kita,namun kita sendiri malah menunjukkan setan dalam hati kita.

Sebentar lagi Ramadhan berlalu kawan. Semestinya kita menangisi kepergiannya dan bukan menyibukkan diri memenuhi ego kita dengan baju baru, celana baru, perhiasan baru.

Bulan indah ini tinggal menghitung jari sobat. Sebaiknya kita berdesakkan di masjid untuk memungut pahala yang tersisa dan bukan berdesakkan di pusat perbelanjaan demi gengsi yang fana.

Jika bulan ini di-Ibaratkan pohon yang berbuah lebat. Pohon Ramadhan ini di lipat gandakan buahnya. Sangat banyak. Kita tinggal memetiknya dengan mudah,dengan santai. Karena tidak ada ulat-ulat bernama setan di dahan dan ranting. Namun kita masih juga bergumul dengan lumpur-lumpur yang tergenang di tanahnya.

Mari istigfar saudaraku. Yakinkah tahun depan akan bertemu Bulan Ramadhan lagi?

 

Advertisements

Tinggalkan Pesan ya Sist/Bro (Leave a comment Please)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on August 25, 2011 by in Agama, Motivasi and tagged , , , , , , , .

Suka pake ini. Kamu?

download chrome

Me


Hai, Selamat datang dan selamat membaca. Tolong tinggalkan jejak disini.
Please, write a comment. Thanks visitin' this blog

Komunitas

Komunitas Blogger Jogja

Follow me on Twitter

%d bloggers like this: