SatusatuenMagz

Menulis Mengabarkan

Mencintai Perbedaan

Sebelumnya saya ucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri Minal Aidin Wal Faidzin Mohon Maaf Lahir Batin. Semoga Allah mengumpulkan kita ke dalam golongan yang IA cintai. Amin

Tahun ini ternyata umat Islam tetap melaksanakan Shalat Idul Fitri dengan terpisah-pisah. Yang satu shalat hari Selasa,yang lain shalat hari Rabu. Terasa aneh di hati bagi saya. Karena saya tinggal di kampung yang dominasi ormas satu namun juga berdekatan dengan kampung yang ber-ormas lain. Mereka mengklaim putusan isbat masing-masing sebagai yang paling tepat. Namun alhamdulillah tetap menghormati perbedaan itu.

Sampai kapan perbedaan penentuan hilal akan terus terjadi?

Meski dengan keterbatasan Ilmu,saya ingin menyampaikan sesuatu disini tentang penentuan hari dengan melihat hilal.

Beberapa point yang pernah saya baca tentang penentuan disini adalah Apabila tidak dapat dilihat maka dihitung digenapkan. Maksudnya adalah apabila setelah berusaha melihat hilal tersebut namun ternyata belum nampak,maka puasa digenapkan menjadi 30 yang berarti 1 Syawal jatuh pada lusa hari.

Yang terjadi di Indonesia selama ini seingat saya adalah

  • Tahun ini,satu pihak merasa yakin dengan perhitungan astronomi bahwa di sudut itu hilal sudah nampak (padahal belum lihat) dan cuaca cerah.
  • Beberapa tahun lalu justru pihak itu ngotot dengan “melihat hilal” meskipun seluruh Indonesia sedang cuaca buruk alias hujan. Dengan argumen bahwa di lain provinsi di Indonesia telah melihat hilal,maka telah diputuskan 1 Syawalnya.
  • Di saat cuaca cerah di tahun yang berbeda,pihak lain ngotot dengan perhitungan sedangkan pihak diatas (point sebelumnya) sudah melihat hilal.

Sampai kapan? sampai kapan umat terus dibingungkan seperti ini? Umat terpaksa mengikuti dengan dalil “cintai perbedaan”. Umat harus bersatu,demi tegaknya tiang agama. Ingat,umat nurut dengan pemimpinnya,apabila pemimpinnya membawanya kearah kesesatan,maka sesat pula umat tersebut.

Semoga pemimpin umat mengerti pokok masalah ini dan menimbang putusan masalah dalam kerangka agama,bukan dalam kerangka kepentingan politik maupun gengsi belaka.

Advertisements

2 comments on “Mencintai Perbedaan

  1. Asop
    September 9, 2011

    Kalau begini, barangkali umatnya (penduduk) yang harus pintar memilih yang mana. 🙂

    Like

    • satusatuen
      September 9, 2011

      Penduduk udah memilih sob,menurut yang terbaik menurut mereka. Cuma “yang dipilih” nih sob,yang ga ngerti kalo mereka di ikutin.

      Like

Tinggalkan Pesan ya Sist/Bro (Leave a comment Please)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on August 31, 2011 by in Agama and tagged .

Suka pake ini. Kamu?

download chrome

Me


Hai, Selamat datang dan selamat membaca. Tolong tinggalkan jejak disini.
Please, write a comment. Thanks visitin' this blog

Komunitas

Komunitas Blogger Jogja

Follow me on Twitter

%d bloggers like this: