SatusatuenMagz

Menulis Mengabarkan

Everyday is Holiday (in Yogya)

Sepulang dari Supermarket Progo tadi (17 Sept 2011 jam 6 sore) kami melewati alun-alun utara yang sudah ramai dengan bus serta wisatawan domestik. Karena hampir setiap hari lewat sana,istri saya berkata “kok udah rame lagi?? kan bukan hari libur”

Pertanyaan istri saya tadi berkenaan dengan liburan lebaran yang sudah usai beberapa waktu lalu. Namun ternyata engga butuh waktu lama bagi Jogja bakal rame lagi. Hari ini dan beberapa hari yang lalu juga ramai. Bahkan menurutku pribadi,engga libur pun kayaknya banyak yang berlibur. Setiap jalan2 keliling kota,selalu terlihat banyak bus pariwisata dengan plat yang beragam di hotel-hotel. Bukti Jogja menjadi tempat berlibur yang keren.

“Everyday is holiday in Jogja,Bu” jawabku,sambil tetap menjalankan kuda besi biru saya kearah alun-alun selatan. Dengan sedikit bersabar kami menyibak jalan Ngasem yang ramai dengan pengendara motor berboncengan berpasang-pasangan. “Aduuh,mending tuh cewek ga usah pake baju aja.” ucap Istriku sambil ngelirik cewek dengan celana sangat tinggi dan kaos yang super ketat yang (maaf) kelihatan belahan pantat sewaktu memeluk pacarnya di atas motor. Mereka melaju searah dengan kami,kearah alun-alun selatan.

“Tuh apik-apik..ayah ayah apik apik” teriak Irul yang sedari tadi dalam gendongan Ibunya. Ia menunjuk kearah sepeda dan kereta kayuh yang dihias dengan lampu warna-warni yang konon biaya sewanya terbilang tidak murah. Untuk beberapa putaran saja di banderol 20 rb,bahkan ketika libur lebaran kemaren,saya mendengar dengan jelas percakapan antara pemilik dengan calon penyewanya.

Kurang lebih begini :

CP (calon penyewa) :” Berapa mas sewanya ??” P (Pemilik) : ” 60 Rb Mba “. CP: “ih,tadi bilangnya 20rb. Jangan ngaco mas”. P: “Lebaran mba,semua naik “. CP: “Belum juga 10 menit mas itu bilang 20rb,kenapa mas bilang 60rb?”

Huagagagagagaga..saya tertawa mendengar hal itu. Kelakuan manusia yang tamak dan menggunakan sejuta alasan demi menambah pundi-pundi hartanya. Andai bukan lebaran,mungkin alasannya adalah harga bahan pokok naik,atau susu mahal,dan atau atau lainnya. Buat yang lagi liburan di Jogja nih. Nanya dulu ya harga dari barang atau makanan yang mau di beli. Kalo bisa di tawar dulu (buat barang atau makanan buat oleh-oleh). Kalo mau makan di tempat,nanya harganya dulu jangan asal makan tanpa tau harganya. Giliran mau bayar,eh ternyata harganya dinaikin setinggi langit-langit kamar. Setelah tahu harganya baru deh putusin buat beli atau tidak.

Oke deh kakak,segitu dulu. Met weekend. Everyday is holiday in Jogja

Advertisements

2 comments on “Everyday is Holiday (in Yogya)

  1. Asop
    September 21, 2011

    Wah, tips yang berguna kalo saya ke Jogja. 😀

    Like

Tinggalkan Pesan ya Sist/Bro (Leave a comment Please)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on September 17, 2011 by in Cerita and tagged , , , , .

Suka pake ini. Kamu?

download chrome

Me


Hai, Selamat datang dan selamat membaca. Tolong tinggalkan jejak disini.
Please, write a comment. Thanks visitin' this blog

Komunitas

Komunitas Blogger Jogja

Follow me on Twitter

%d bloggers like this: