SatusatuenMagz

Menulis Mengabarkan

Seri Nikah Muda #2. Rezeki

Bismillah.

Ketika niat telah terbentuk dan semakin kuat bersemayam dihati. Semakin kuat juga setan menggodanya. Salah satunya dengan pertanyaan “Emang punya duit buat nikah?” Kebanyakan teman-teman yang belum nikah saat ini hampir semua beralasan sama, yaitu belum ada rezeki yang dapat digunakan untuk membiayai nikah itu sendiri dan  dijadikan tumpuan hidup berdua nantinya. Dan mungkin sobat blogger juga berpikiran yang serupa.

Saya memutuskan menikah seperti yang sudah saya tulis Disini, karena ingin menjauh dari zina dan mendekat ke Ibadah. Karena niat saya Lillahi ta ala maka saya pasrahkan kepada Allah soal pembiayaannya. Kami berdua (saya dan calon istri) tidak mempunyai simpanan yang banyak. Dana dari istri disimpan untuk beberapa bulan ke depan, dan saya memutuskan mengambil simpanan dana dari jamsostek yang besarnya kurang lebih 2 jt rupiah. Rp 500rb saya ambil demi membeli seperangkat alat sholat guna mas kawin, dan sisanya untuk biaya nikah termasuk biaya KUA.

Bisa dibayangkan uang 1,5jt untuk semua aspek nikah dari ongkos KUA hingga sewa tenda dan makannya?? Undangan belum dihitung lho. Bisa kebayang betapa sulit posisi saya saat itu?

Tidak mudah mengelola hati ketika dihadapkan pada posisi sulit saat itu. Namun saya tidak sendiri, saya bersama Allah. Saya meletakkan masalah ini di pangkuannya. Saya pasrah, saya hanya menjalani apa yang memang perlu dijalani oleh manusia yaitu berusaha. Ketika butuh bahan makanan untuk diracik. Kami lari ke pasar. Satu Pertolongan ada disini, Bude yang sudah terbiasa belanja dan menjadi langganan para bakul pasar mendapat diskon yang lumayan besar. Sepulang dari pasar, ada pertanyaan yang diajukan kepada saya tentang tempat untuk midodareni (ritual semalam sebelum nikah), ada yang menyarankan di mushala namun ada juga yang memberi ide dirumah saja. Di putuskan untuk dilakukan dirumah dan pengisi acaranya adalah dari pengajian yang Ibu saya ikuti.

Lalu nikah dimana? Tendanya?? Nikah kami putuskan di mushola jauh-jauh hari. Dan mirisnya dana untuk menyewa tenda kurang. Bingung, bakalan ga pakai tenda nih. Namun tiba-tiba datang seseorang mengirimkan tiang beserta tendanya. Ia adalah tetangga kampung sebelah yang belum diberitahu mengenai perihal tenda atau peralatannya. Beliau berkata “Silahkan dipakai saja”. Subhanallah.

Singkat cerita, acara berlangsung ramai namun khidmat dan lancar. Masih ada sisa dana dan Tanpa Hutang sepeserpun.

Yang ingin saya sampaikan disini adalah : Kita bersentuhan langsung dengan Tangan Tuhan ketika kita mau meletakkan masalah kita di Tangannya. Sabar, terus berusaha, dan pasrah pada hasilnya. IA selalu menemani, menunggu untuk dimintai pertolongan, namun jika kita meminta kepada yang lain, IA akan cemburu dan akan marah kepada kita.

Saran saya kepada seluruh Sobat, jangan jadikan rezeki sebagai alasan untuk menunda keinginan menikah. Andai keinginan sudah ada, namun calon belum ada. Bisa dengan meminta Ulama, orang tua,   rekan untuk membantu mencari calon yang tepat. Calon yang berkeinginan sama dengan Sobat,yaitu menikah bukan pacaran.

Advertisements

3 comments on “Seri Nikah Muda #2. Rezeki

  1. aming
    September 22, 2011

    Subhanalloh, memang alloh selalu bersama orang2 yg sabar dan berusaha, sukses selalu gan, semoga menjadi keluarga yg sakinah,mawaddah,warohmah…

    Like

    • satusatuen
      September 23, 2011

      Amiiiiin ya robbal alamiiiin….Terima kasih doanya gan. Sukses juga buat agan disana.

      Like

  2. pujiutami
    June 9, 2012

    wah… thank’s buat semangatnya brother…. motivasimu membuat ketakutanku hilang, tpi bagaimana jika kita sdah menginginkan hal itu tpi orang tua blum stuju? pdahal kita sdah yakin dengan calon pasangan kita…

    ****
    Setiap orang tua memiliki alasan yang insya Allah baik demi kebaikan putra-putrinya. Coba tanyakan alasannya dulu. Jika alasannya karena pasanganmu (sedangkan menurutmu sendiri pasangan memiliki PRIBADI YANG BAIK dan pantas untuk dijadikan IMAM DALAM KELUARGA) maka jelaskan kepada orang tua.
    Jika hal tersebut sudah dilakukan namun belum membuahkan restu, jangan memaksakan kehendak. Mbak Puji Utami Muslim? jika iya, dengan shalat Istiharah semoga Allah memberi jalan.
    Semoga Mbak Puji Utami senantiasa dilimpahi kesabaran dan tetap dijalan yang lurus.

    Like

Tinggalkan Pesan ya Sist/Bro (Leave a comment Please)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Suka pake ini. Kamu?

download chrome

Me


Hai, Selamat datang dan selamat membaca. Tolong tinggalkan jejak disini.
Please, write a comment. Thanks visitin' this blog

Komunitas

Komunitas Blogger Jogja

Follow me on Twitter

%d bloggers like this: