SatusatuenMagz

Menulis Mengabarkan

Kok gitu ya?

“Mas,frestea-nya berapa?” seorang user bertanya harga minuman yang kini udah di genggamannya sambil berjalan ke arah mejaku. “2000 mba ” jawabku. “Nih” katanya sambil meletakkan uang 20ribuan di atas meja. Setelah memberi uang kembalian,saya ambil hape trus foto tuh duit. Tidak ada yang istimewa dengan duitnya hanya saja seharian ini saya berulang kali melayani user dengan duit yang kucel dan dalam kondisi abis di remas dengan kuat. “Pating tlekuk” bahasa jawanya.

pating tlekuk (kelipet lipet)

Beberapa sudah saya kembalikan ke ujudnya yang benar hehehe,tinggal 3 lembar duit itu yang belum. Kebanyakan adalah user anak2 dan abg. Istilah gaulnya jiah sok gaul ababil sama abatute. Pernah ada yang lebih parah,dilipet keciiiiiiiil banget. Ada juga yang asal diremes. Sampai kucel minta ampun. Sama duit kok gitu ya?

Advertisements

7 comments on “Kok gitu ya?

  1. Pakde Cholik
    October 16, 2011

    Mungkin gemes mas melihat duit kecil2 gitu. Kalau 50 ribuan keatas kayaknya di eman-eman tuh.
    Lha dikampung-kampung malah ada yang dislempitkan dibalik QTank kan he he he

    Salam hangat dari Surabaya

    Like

    • satusatuen
      October 16, 2011

      wahahahahahaha..yang di balik Qtank itu pakdhe yang bikin iri…pengen jadi duitnya

      Like

  2. Asop
    October 16, 2011

    Kalo di luar negeri (ambil contoh di Singapura), duit kucel dikiiiit aja, atau ada lipetan sedikiiiit aja, gak laku lagi. Toko2 gak mau nerima. 😦

    Memang kedisiplinan dalam “berduit” harus mulai ditanamkan.

    Like

    • satusatuen
      October 16, 2011

      walah..trus mereka nyimpen duit caranya gimana dong? pake money clip?

      Like

  3. Lutfi Retno Wahyudyanti
    October 17, 2011

    Aku juga lagi kesel karena nerima segepok duit ribuan yang diseteples. Jadi berlubang kan? Sayang kan ntar cepet rusak?

    Like

    • satusatuen
      October 18, 2011

      iya mba,jadi jelek kalo di steples..mana bisa robek..

      Like

  4. bloqaditaaz
    November 25, 2011

    kalau orang dagang( ceile bahasanya) biasanya cerewet , duitnya mesti disusun rapi, kalau bagian atas muka pahlawan lembaran bawahnya mesti gambar pahlawan juga, kalau pakai steples biasanya pegawai bank komplain tapi kata orang tuyul ngak bisa ambil kalau di steples (wkwkw kayak pelihara aja) salam kenal mas

    ***
    wah pengalaman banget ya…salam kenal juga

    Like

Tinggalkan Pesan ya Sist/Bro (Leave a comment Please)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on October 16, 2011 by in Cerita and tagged , , , .

Suka pake ini. Kamu?

download chrome

Me


Hai, Selamat datang dan selamat membaca. Tolong tinggalkan jejak disini.
Please, write a comment. Thanks visitin' this blog

Komunitas

Komunitas Blogger Jogja

Follow me on Twitter

%d bloggers like this: