SatusatuenMagz

Menulis Mengabarkan

Catatan di Hari Raya

Selasai berganti baju setelah shalat Idhul Adha,kami sekeluarga bergegas ke mushala di kampung kami yang ternyata juga telah riuh dengan orang-orang yang ingin berpartisipasi dalam penyembelihan hewan kurban. Pemuda-pemuda saling bahu membahu mengerjakan tugas yang telah diberikan panitia beberapa hari lalu. Bapak-bapak yang mahir dalam menguliti,sudah berdiri di posnya menanti pasien yang akan di kuliti. Para penjagal pun telah dengan pisaunya masing-masing. Ibu-ibu dan gadis2 yang bertugas memotong daging,telah dengan rapi mengunggu. Berbeda dengan para pemuda yang kebagian memotong tulang,mereka dengan ganas mengasah kapak,parang dan gigi mereka (yang ini jangan percaya. boong banget…) yang akan mereka gunakan untuk memecah,membagi setiap tulang yang mereka dapatkan. Saya sebetulnya berada di posisi pengadaan hewan kurban,namun seperti kebiasaan yang sudah-sudah,saya selalu mengambil posisi sebagai serabutan. Bantu sana-bantu sini,makan sana-makan sini (hahahaha)

Kurban tahun ini (2011) mendapatkan 18 ekor kambing dan 4 ekor lembu,sebenarnya beserta badan,kepala dan kakinya,lengkap dan komplit. Tapi biar gampang nyebutnya cukup di tulis “ekor”-nya saja. Tapi yang di sembelih hanya 3 ekor lembu,karena yang satu lembu sedang duduk manis sambil memecah tulang (hahahahaha).

Sudah 5 ekor kambing yang di sembelih ketika saya datang,namun belum langsung di kuliti mungkin karena menunggu darahnya habis dulu. Karena setahu saya kurban yang di potong dalam Islam,sebenernya masih pingsan,belum mati. Matinya karena kehabisan darah. Coba simak Artikel iniย dan Artikel ini yang sama persis isinya. Disana di jelaskan rinci.

Proses berjalan lancar,mulai dari penyembelihan,di kuliti,pemotongan daging dan tulang hingga tahap pendistribusian-nya. Namun ada catatan kecil yang sebenarnya berdampak besar dalam kehidupan kita. Dan ini terjadi di setiap tempat yang saya ikuti. Karena saya hidup sebagai kontraktor (rumah masih kontrak,pindah-pindah),saya memperhatikan : 1. Jika yang menguliti hewan sampai pada bagian yang sering di sebut empedu atau bagian (apasih namanya ?? ) yang putih bulat panjang,mirip sumsum tapi kenyal. Mereka hampir di pastikan meminta untuk dimakan mentah-mentah,entah yang menguliti atau penonton. Dengan alasan sebagai jamu atau obat kuat. Dengan bercanda mereka berkata “entar malem siap lembuuurr” di ikuti tawa riuh orang sekampung. Perlu di ketahui,ITU HARAM!! Bukan karena jenis hewan (lembu kambing jelas halal),tapi karena bukan hak-nya,semacam korupsi. Hak mereka adalah sebagai amil. Dan akan di beri setelah masyarakat (tujuan pendistribusian) mendapatkan bagiannya terlebih dahulu.ย 2. Banyak yang membawa pulang kaki lembu atau kambing untuk di olah sendiri,sebelum jatah amil di bagikan. Itu juga haram,alasannya sama dengan atas.ย 

3. Prosesi ini memakan waktu yang tidak sebentar,biasanya hingga sore bahkan hari berikutnya (jika hewan yang di kumpulkan banyak). Dan bisa di pastikan,jika waktu Dhuhur dan Ashar tiba,meski prosesi itu di lakukan di depan masjid atau mushola,yang shalat berjamaah sedikit. Bahkan ada yang tidak sholat,alasannya baju kotor,malas mandinya,mending sekalian mandi nanti sore. Niatnya membantu bahu-membahu ibadah kurban,tapi melalaikan shalat yang hukumnya wajib.

Coba sobat blogger perhatikan,sama kah dengan lingkungan sobat? Insya Allah sama (hahaha lho kok?)

Ustadz di masjid Gedhe Kauman (saya tidak tahu nama Beliau) pernah berkata, “Daging kurban tidak di jual belikan,dan biasanya Ibu-ibu secara tidak sadar memperjual belikan daging kurban itu”. Beliau mencontohkan,agar daging kurban awet dan tahan lama,Ibu-ibu membuatnya menjadi Abon kepada penyedia jasa pembuatan abon. Dan sebagai ganti ongkos,diambil dari daging kurban yang di jadikan abon tersebut. Menurut beliau,hal ini sama dengan memperjual belikan daging hewan kurban yang seharusnya untuk dinikmati dirinya bersama keluarga. (Mungkin karena hari raya ini adalah pesta yang menjadi satu dengan sarana Instropeksi diri dalam Islam)

Hari Idhul Adha,adalah sarana yang sangat bagus untuk Instropeksi diri. Penyembelihan hewan kurban di identikkan dengan mematikan sifat hewani dalam diri kita,nafsu-nafsu hewan yang membelenggu dalam keseharian,dalam ide,dalam perbuatan dan perkataan kita. Seorang Khatib pernah menyampaikan pada saya,jika hal itu benar-benar di resapi dan di amalkan,Insya Allah Korupsi tidak ada di dunia.

Setuju?

 

Advertisements

4 comments on “Catatan di Hari Raya

  1. Asop
    November 7, 2011

    Ada yang nyumbang domba nggak? ๐Ÿ˜€

    Like

  2. Abed Saragih
    November 12, 2011

    cuma mengabarkan bahwa saya udah pindah ke rumah baru mas bro… ๐Ÿ™‚

    Sekalian link saya diganti ya menjadi disave,,link mas bro juga udah saya pasang ๐Ÿ™‚

    Ditunggu kunjungan dan komentarnya ๐Ÿ™‚

    Like

Tinggalkan Pesan ya Sist/Bro (Leave a comment Please)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on November 7, 2011 by in Agama and tagged , , , .

Suka pake ini. Kamu?

download chrome

Me


Hai, Selamat datang dan selamat membaca. Tolong tinggalkan jejak disini.
Please, write a comment. Thanks visitin' this blog

Komunitas

Komunitas Blogger Jogja

Follow me on Twitter

%d bloggers like this: