SatusatuenMagz

Menulis Mengabarkan

Mungkin seperti inilah Tuhan

Aku menggandengnya, kemudian membiarkannya bermain di selasar depan rumahku. Dengan sedikit nasehat agar tidak memanjat pagar besi terlalu tinggi, ku biarkan dia berekspresi sesuka hati. Dengan bola kecil hijau miliknya, ia berlari sambil berteriak-teriak kegirangan. Sesekali ia memanjat pagar besi yang menjadi sandaranku, disaat itu pula tanganku melingkarinya, berjaga bila ia jatuh. Naik kemudian turun, lalu naik lagi dan turun lagi. Seketika juga aku was was, khawatir kalau-kalau ia terpeleset dan jatuh. Tetapi kekhawatiran dan nasehat ku tidak ia hiraukan sama sekali. Anak 2 tahun itu tetap tidak peduli. Ia asyik dengan dunianya. Berulang kali teguran tidak ia dengarkan. Sampai akhirnya, ia terpeleset ketika mengejar bola hijau miliknya.

“Ayaaaah..” serunya kepadaku. Dengan mimik kesakitan ia memanggilku yang tetap pada tempatku semula. Aku hanya tersenyum dan berkata “Tidak apa-apa, lekas bangun, engga usah nangis”. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Tidak perlu mencari kambing hitam dengan mengatakan “Injak kodoknya..!!, Dasar kodok nakal..!!”. Dia hanya perlu bangkit dari jatuhnya dan bermain lagi. Dan benar..

Ia bangun dan bermain lagi. Dengan wajah yang sama. Tetap ceria.

Aku termangu. Mengingat serentetan kejadian bersamanya. Mungkin seperti inilah Tuhan kepada kita. IA menggandeng kita dengan ajarannya. IA berpesan kepada kita lewat Kitab SuciNYA. Ia mewanti-wanti akan bahaya, dan ia menunjukan jalan yang seharusnya kita lewati. Namun kita asik dengan ego kita. Kita melupakan semua pesan dan larangannya. Bahkan terkadang kita pura-pura tidak mendengar apapun yang ia sampaikan. Sampai akhirnya kita terjatuh, saat itu lah kita baru ingat kepada Tuhan. Sesungguhnya Tangan Tuhan senantiasa melindungi, namun kita sendiri yang mengabaikannya. Kita terkadang menganggap Tuhan itu engga peduli, bahkan lupa akan kehadiran kita. Namun sesungguhnya kitalah yang melupakan kehadiranNya.

Adzan yang berkumandang. Namun masih tetap tidak perduli. KitabNya tersusun rapi, namun berdebu tak tersentuh.

 

Advertisements

0 comments on “Mungkin seperti inilah Tuhan

  1. elfarizi
    February 13, 2012

    Renungan sore hari nih 🙂
    semoga senantiasa kita bisa mengamalkan ajaran-Nya, mas 😀

    ****
    terima kasih…amiiinn

    Like

  2. djakarta182
    February 13, 2012

    artikel barunya baru tampil tuh sob, agak lama karena kemarin2 ada masalah dengan komputer dirumah.. jd baru sempet posting lagi.. 🙂

    ****
    Oke ke tkp dah…

    Like

Tinggalkan Pesan ya Sist/Bro (Leave a comment Please)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on February 13, 2012 by in Cerita and tagged , , , , , , , , .

Suka pake ini. Kamu?

download chrome

Me


Hai, Selamat datang dan selamat membaca. Tolong tinggalkan jejak disini.
Please, write a comment. Thanks visitin' this blog

Komunitas

Komunitas Blogger Jogja

Follow me on Twitter

%d bloggers like this: