SatusatuenMagz

Menulis Mengabarkan

Membakar Kitab,Menyakiti Umat

Pembuat onar itu berulah lagi. Kali ini bukan pembantaian atau semacamnya. Melainkan melakukan pembakaran terhadap Kitab Suci AlQur’an dan bahan bacaan Islam lainnya. Presiden mereka, Obama mengatakan – melalui surat yang dikirimkan kepada Presiden Afghanistan Hamid Karzai – bahwa insiden tersebut tidak disengaja dan akan mengambil langkah sesuai untuk menghindari kejadian itu terulang, untuk menangani yang bertanggung jawab.

Saya terhenyak. Mereka membuat saya dongkol. Pernyataan maaf mereka ditujukan kepada Presiden dimana kejadian terjadi. Namun mereka lupa bahwa yang mereka bakar adalah kitab suci umat Islam yang notabene telah tersebar di seluruh permukaan bumi. Tentu saja rasa benci akan hadir dari seluruh penjuru bumi juga. Apa maksud mereka? Ingin rasanya melempar remote ke arah televisi.

Berita ini membuat sesak dada yang sudah lama kembang kempis menahan kebencian terhadap mereka. Arogansi mereka yang merasa sebagai polisi dunia. Dan seribu wajah yang mereka kenakan. Benar-benar membuat ingin meludahi muka mereka satu persatu.

Tapi ada satu hal yang mengganjal di hati ini. Kenapa begitu emosi? Sedangkan hal yang membuat emosi adalah BUKU yang tidak pernah di baca. saya tulis disini BUKU, bukan KITAB SUCI. Karena ia berdiri diantara buku-buku yang ada di rak yang mana memiliki nasib yang sama. Yaitu Lama Tidak Dibaca.

Ia akan menjadi KITAB SUCI jika di baca dan diamalkan dalan keseharian kita, dalam setiap tarikan nafas kita, dalam setiap langkah kaki kita. Tidak hanya teronggok bagaikan batu di pinggir jalan yang kadang tersingkir ketika seseorang lewat. Ia akan menjadi pusaka, menjadi pegangan hidup ketika ia dijadikan sumber pemecahan masalah, sumber saat mencari rujukan. Ia akan menjadi sesuatu yang patut dibela dengan darah ketika ia dijadikan insipirasi kehidupan, jalan pemikiran dan pegangan. Seperti ketika Utsman bin Affan melindungi AlQuran di pelukannya agar tidak tercerai berai saat pemberontak masuk ke dalam rumah dan membunuhnya.

Dulu, dulu sekali. Masih ingat ketika Malaysia mengklaim Batik menjadi milik mereka? Pertanyaannya adalah mengapa kita begitu marah? Sedangkan kita tidak pernah mengenakannya. Mengapa kita begitu antusias berteriak “Ganyaaaang!!” Ketika mereka mengklaim beberapa pulau kita sedangkan kita tidak satu kalipun menengok pulau itu. Bahkan mungkin tidak sadar jika ada pulau itu di negeri kita.

Kembali ke Alquran. Sama seperti hal diatas. Coba lihat diri kita. Sudahkah ia menjadi bacaan kita sehari-hari? Sudahkah ia menjadi tuntunan hidup? Sudahkah ia menjadi rujukan saat kita ingin memecahkan masalah? Sudahkah ia menjadi bagian dari ibadah kita?

Jangan hiraukan tulisan ini. Saya hanya sedang menampar pipi saya. Kiri dan kanan.

Advertisements

2 comments on “Membakar Kitab,Menyakiti Umat

  1. nandini
    February 26, 2012

    Alloh akan menjaganya.. dan yang haq pasti akan mengalahkan yang bathil 🙂

    ***
    Allah sudah melakukannya. Dengan menciptakan kita,umat muslim.

    Like

  2. djakarta182
    February 26, 2012

    wajib di laknat tuh orang yang dengan berani telah membakar Kitab Suci Al-Quran..

    ***
    Laknat Dunia Akherat

    Like

Tinggalkan Pesan ya Sist/Bro (Leave a comment Please)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on February 24, 2012 by in Cerita and tagged .

Suka pake ini. Kamu?

download chrome

Me


Hai, Selamat datang dan selamat membaca. Tolong tinggalkan jejak disini.
Please, write a comment. Thanks visitin' this blog

Komunitas

Komunitas Blogger Jogja

Follow me on Twitter

%d bloggers like this: