SatusatuenMagz

Menulis Mengabarkan

Surat Untuk Saudaraku

Beberapa tahun yang lalu ia terlahir diantara kami ber-empat bersaudara. Lahir sebagai yang terkecil, menyodok kakaknya yang baru berumur satu tahun. Ketika itu keadaan masih tak menentu, yang ternyata sampai saat ini pun juga begitu.

Kakaknya yang hanya satu tahun lebih tua, terpaksa mengalah demi air susu untuk dirinya. Saat itu dia tidak tahu, bahwa kakaknya sering makan sendiri tanpa disuapi Ibunya yang tengah terbaring memberinya asi dan menemaninya tidur. Sedang aku dan 2 kakak mereka sedang berada di sekolah.

Ia tumbuh menjadi anak yang lucu, menggemaskan, banyak cerita, dan selalu tertawa. Seringkali ia berteriak “Mas Wawan, tipinya rusak” ketika ia dapati layar televisi yang sedang ia saksikan bergetar dan kadang gambarnya hilang. Ketika ia mencariku namun tidak ia temui, ia kembali ke depan televisi dan mendapati gambar televisi yang telah kembali jernih seperti semula, ia berkata “aaahh, tuh sudah dibenerin mas Wawan”. Betapa terharunya aku setelah mendengar cerita itu dari Ibuku.

Saat aku harus jauh dari kota tempat lahirku dan mencoba peruntungan di kota yang katanya megapolitan itu, saat dimana canda tawa begitu kurindukan,selalu terbayang wajah lucunya. Ah aku sayang saudaraku. Mereka begitu kurindukan. Sampai aku berulang kali pulang ketika akhir pekan dan beberapa yang kutemui berkata “Apa ga boros dalam satu bulan sering pulang?”

Tapi aku engga peduli. Aku menyukainya. Aku menyukai saat-saat bersama kalian. Karena kalian harta yang melebihi materi di dunia ini. Menjadikan keluarga sebagai harta karun adalah kewajiban bagi setiap orang yang sepertinya tengah terbelenggu dunia dan mengatas namakan tuntutan pekerjaan atau loyalitas. Menjadikan senyum anak dan pasangan haruslah menjadi tujuan utama bagi mereka yang selama ini berselingkuh dengan waktu. Berhentilah bersembunyi dari pekerjaan, jangan mengkambing hitamkannya, jangan salahkan keadaan. Carilah solusi agar hidup menjadi lebih mudah namun keluarga tidak engkau abaikan.

Sekarang beberapa dari kalian berada jauh dari kami, jangan lupakan masa yang indah dan lucu itu. Jadikan sesuatu yang akan membawa kita kembali bersama, berkumpul dan bercanda. Hidupkan keluarga kalian. Jangan sakiti siapapun dalam keluargamu, karena duri itu akan tumbuh menjadi penyakit yang akan menggerogoti keharmonisan yang sudah terjalin.

*******************

Tulisan ini diikutkan pada GIVEAWAY :  Aku Sayang Saudaraku yang diselenggarakan oleh Susindra

cerita motivasi

Advertisements

3 comments on “Surat Untuk Saudaraku

  1. Tri
    March 8, 2012

    tanpa keluarga kita bukanlah siapa-siapa !
    semoga menang ya mas..

    ***
    Betul. Amiiin..Terima kasih doanya..

    Like

  2. susindra
    March 8, 2012

    Mas Wawan… sosok yang hebat sekali bagi adik-adiknya sampai-sampai dipuja serba bisa oleh sang adik. 😀
    Terima kasih ya untuk cerita indahnya bersama para saudara.

    Salam hangat dari Jepara,
    Susindra

    ***
    Hahahaha..engga juga kok. Terima kasih kembali

    Like

  3. elfarizi
    March 10, 2012

    Wah … tampaknya serua jika saudara sudah berkeluarga semua 😀

    ***
    hihihihihi…makin rame ntar ya

    Like

Tinggalkan Pesan ya Sist/Bro (Leave a comment Please)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on March 8, 2012 by in GA/Kontes and tagged .

Suka pake ini. Kamu?

download chrome

Me


Hai, Selamat datang dan selamat membaca. Tolong tinggalkan jejak disini.
Please, write a comment. Thanks visitin' this blog

Komunitas

Komunitas Blogger Jogja

Follow me on Twitter

%d bloggers like this: