SatusatuenMagz

Menulis Mengabarkan

Kentutologi : 22 hal tentang Kentut

Sekali-sekali tidak ada salahnya apabila kita mengadakan penelitian mengenai
masalah kentut, mungkin ada rekan-rekan yang menilai bahwa ini jorok, tetapi tanya saja sama diri sendiri, manusia mana di dunia ini yang tidak pernah kentut.
Apakah kata “kentut” ini harus diganti oleh kata “bersiul” agar
lebih sopan kedengarannya, tentu tidak mungkin, bukan.

Kentut adalah Kentut, tidak bisa diperhalus maupun dipersopan. Oke. ini dia fakta dari fakultas Kentutologi..

1. Dari mana asal kentut ?
Dari gas dalam usus. Gas dalam usus berasal dari udara yang kita telan, yang menerobos ke usus dari darah, gas dari reaksi kimia & gas dari bakteri dalam perut.

2. Apa komposisi kentut ?
Bervariasi. Makin banyak udara anda telan, makin banyak kadar nitrogen dalam kentut (oksigen dari udara terabsorbsi oleh tubuh sebelum sampai di usus).
Adanya bakteri serta reaksi kimia antara asam perut & cairan usus
menghasilkan karbondioksida. Bakteri juga menghasilkan metana & hidrogen. Proporsi masing-masing gas tergantung apa yang anda makan, berapa banyak udara tertelan, jenis bakteri dalam usus, berapa lama kita menahan kentut.
Makin lama menahan kentut, makin besar proporsi nitrogen, karena gas-gas
lain terabsorbsi oleh darah melalui dinding usus. Orang yang makannya
tergesa-gesa kadar oksigen dalam kentut lebih banyak karena tubuhnya tidak
sempat mengabsorbsi oksigen. (Makanya jangan suka nahan kentut, sekalinya keluar malah sekaligus ampasnya repot ntar).

3. Kenapa kentut berbau busuk ?
Bau kentut karena kandungan Hidrogen sulfida & merkaptan. Kedua senyawa ini
mengandung sulfur (belerang). Makin banyak kandungan sulfur dalam makanan
anda, makin banyak sulfida & merkaptan diproduksi oleh bakteri dalam perut,
& makin busuklah kentut anda. Telur & daging punya peran besar dalam
memproduksi bau busuk kentut. Kacang-kacangan berperan dalam memproduksi
volume kentut, bukan dalam kebusukannya. (Naaah..*mata nglirik)

4. Kenapa kentut menimbulkan bunyi ?
Karena adanya vibrasi lubang pembuangan saat kentut diproduksi. Kerasnya bunyi
tergantung pada kecepatan gas.. (Dan diameter lubang anda, ha..ha….lol )

5. Kenapa kentut yang busuk itu hangat & tidak bersuara ?
Salah satu sumber kentut adalah bakteri. Fermentasi bakteri & proses
pencernaan memproduksi panas, hasil sampingnya adalah gas busuk. Ukuran
gelembung gas lebih kecil, hangat & jenuh dengan produk metabolisme bakteri
yang berbau busuk. Ini kemudian menjadi kentut, walau hanya kecil volumenya,
tapi S.B.D (Silent But Deadly).

6. Berapa banyak kentut diproduksi sehari ?
Rata-rata setengah liter sehari dalam 14 kali kentut. (Ngaku aja yang sampai 14 kali.)

7. Mengapa kentut keluar melalui lubang dubur ?
Karena density-nya lebih ringan, kenapa gas kentut tidak melakukan
perjalanan ke atas? Tidak demikian. Gerak peristaltik usus mendorong isinya
ke arah bawah. Tekanan di sekitar lubang itu lebih rendah (lubang mana sih waaaan?). Gerak peristaltik usus menjadikan ruang menjadi bertekanan, sehingga memaksa isi usus, termasuk gas-nya untuk bergerak ke kawasan yang bertekanan lebih rendah, yaitu sekitar hanus. Dalam perjalanan ke arah hanus, gelembung-gelembung kecil bergabung jadi gelembung besar. Kalau tidak ada gerak peristaltik, gelembung gas akan menerobos ke atas lagi, tapi tidak terlalu jauh, karena bentuk usus yang rumit & berbelit-belit. (Alhamdulillah..Bayangkan kalo kentut keluar dari lubang hidung..Ampun pakdhe).

8. Berapa waktu yang diperlukan oleh kentut untuk melakukan perjalanan
ke hidung orang lain?

Tergantung kondisi udara, seperti kelembaban,
suhu, kecepatan & arah angin, berat molekul gas kentut, jarak antara
‘Transmitter’ dengan ‘Receiver’. Begitu meluncur, gas kentut
menyebar dan konsentrasinya berkurang. Kalau kentut tidak terdeteksi dalam
beberapa detik, berarti mengalami pengenceran di udara & hilang ditelan
udara selama-lamanya. Kecuali kalau anda kentut di ruang sempit, seperti
lift, mobil, konsentrasinya lebih banyak, sehingga baunya akan tinggal dalam
waktu lama sampai akhirnya diserap dinding. (Namun biasanya lebih cepat ke hidung daripada ke telinga, buktinya orang sekitar ga denger tapi marah-marah..:))

9. Apakah setiap orang kentut ?
Sudah pasti, kalau masih hidup. Sesaat setelah meninggalpun orang masih bisa
kentut. (Makanya nggak usah malu kalo sering kentut)

10. Betulkah laki-laki kentut lebih sering daripada perempuan ?
Tidak ada kaitannya dengan gender. Kalau benar, berarti perempuan menahan
kentutnya, dan saat kentut banyak sekali jumlah yg dikeluarkan. (Makanya
kentut perempuan lebih bau, ha..ha….)

11. Saat apa biasanya orang kentut ?
Pagi hari di toilet yang disebut “morning thunder“. Kalau resonansinya
bagus, bisa kedengaran di seluruh penjuru rumah (hahahaha..resonansi!!! )

12. Mengapa makan kacang-kacangan menyebabkan banyak kentut ?
Kacang-kacangan mengandung zat gula yang tidak bisa dicerna tubuh. Gula tersebut (raffinose, stachiose, erbascose) jika mencapai usus, bakteri di usus
langsung berpesta pora & membuat banyak gas. Jagung, paprika, kubis, kembang
kol, susu juga penyebab banyak kentut (bukan baunya!).

13. Selain makanan, apa saja penyebab kentut ?
Udara yang tertelan, makan terburu-buru, makan tanpa dikunyah, minum soft
drink, naik pesawat udara (karena tekanan udara lebih rendah, sehingga gas
di dalam usus mengalami ekspansi & muncul sebagai kentut). (waow..kentut di pesawat yang sempit dan banyak orang..mantab)

14. Apakah kentut sama dengan sendawa, tapi muncul dari lain lubang ?
Tidak. Sendawa muncul dari perut, komposisi kimianya lain dengan kentut.
Sendawa mengandung udara lebih banyak, kentut mengandung gas yang diproduksi oleh bakteri lebih banyak. (banyak kentut banyak bakteri..haha)

15. Kemana perginya gas kentut kalau ditahan tidak dikeluarkan ?
Bukan diabsorbsi darah, bukan hilang karena bocor, tapi bermigrasi ke bagian
atas menuju usus dan pada gilirannya akan keluar juga. Jadi bukan lenyap, tapi
hanya mengalami penundaan. (hmm..kalo lagi sholat biasanya nahan kentut)

16. Mungkinkah kentut terbakar ?
Bisa saja. Kentut mengandung metana, Hidrogen yang combustible (gas alam
mengandung komponen ini juga). Kalau terbakar, nyala-nya berwarna biru
karena kandungan unsur hidrogen. (Nah, kalo naik gunung, lupa bawa korek api tapi mau masak Indomie, pakai aja kentut buat nyalain kompor haihaihai…)
Eureka!! Telah ditemukan pengganti elpiji 3kg yang meresahkan masyarakat.

17. Bisakah menyalakan korek api dengan kentut ?
Jangan mengada-ada…. konsistensinya lain. Juga suhunya tidak cukup panas
untuk memulai pembakaran. (yaaaah..ga jadi ilmuwan deeh)

18. Mengapa kentut anjing & kucing lebih busuk ?
Karena anjing dan kucing adalah karnivora (pemakan daging). Daging kaya akan
protein. Protein mengandung banyak sulfur, jadi bau kentut binatang ini
lebih busuk. Lain dengan Herbivora seperti sapi, kuda, gajah, yang
memproduksi kentut lebih banyak, lebih lama, lebih keras bunyinya, tapi
relatif tidak berbau. (Makanya lebih baik pelihara gajah di rumah daripada anjing).

19. Betulkah bisa teler kalau mencium bau kentut 2-3 kali berturut-turut ?
Kentut mengandung sedikit oksigen, mungkin saja anda mengalami pusing kalau
mencium bau kentut terlalu banyak. (Makanya yang punya hobi cium bau kentut,
sebaiknya dikurangin)

20. Apakah warna kentut ?
Tidak berwarna. Kalau warnanya oranye seperti gas nitrogen-oksida, akan
ketahuan siapa yang kentut. (Kalau berwarna, Bisa juga untuk sandi morse ketika cari pertolongan dikala nyasar.)

21. Kentut itu apakah asam, basa atau netral ?
Asam, karena mengandung karbondioksisa (CO2) & hidrogen sulfida (H2S). Apapun itu yang jelas berpotensi BAU.

22. Apa yang terjadi kalau seseorang kentut di planet Venus ?
Planet Venus sudah banyak mengandung sulfur (belerang) di lapisan udaranya,
jadi kentut di sanapun tidak ada pengaruhnya. Bener-bener mengharukan dech…

 

(dari forum indoflasher)

Advertisements

2 comments on “Kentutologi : 22 hal tentang Kentut

  1. elfarizi
    April 28, 2012

    Saya lama bacanya … bukan kenapa-napa, tapi gak kuat nahan ketawaaaa akakakaka 😆
    Mau komen per poin tapi kepanjangan. Pokoknya, mantap inponya 😀

    ****
    Huagagagagaga..yang nulis juga ngakak pol kok.

    Like

  2. onesetia82
    April 28, 2012

    menurut ilmu kesehatan orang yg ga kentut berarti ga sehat …
    tapi kalau terlalu sering kentut apalagi ga tau sikon itu kurang sopan karena menyebabkan polusi disekitar …. 😀

    ***
    Betul,dan menyebarkan gas metan yang berhahaya..hahaha

    Like

Tinggalkan Pesan ya Sist/Bro (Leave a comment Please)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Suka pake ini. Kamu?

download chrome

Me


Hai, Selamat datang dan selamat membaca. Tolong tinggalkan jejak disini.
Please, write a comment. Thanks visitin' this blog

Komunitas

Komunitas Blogger Jogja

Follow me on Twitter

%d bloggers like this: