SatusatuenMagz

Menulis Mengabarkan

Bagi yang minim ide

Tulisan ini sebenarnya ditujukan untuk teman lama yang sudah satu abad yang lalu berpisah *halah, yang akhirnya bertemu dalam keadan lusuh dan kumal *jiahahahaha.. Namun karena isi artikel ini bersifat ide atau saran, anda diperbolehkan untuk membaca dan menerapkannya *gubrak,udah tauuukk!! Anda termasuk orang yang sulit mencari ide? Atau sering punya ide tapi ga pernah banyak? Dan akhirnya posting cuma satu post aja?

Ada sedikit ide, sedikiiiiiit aja. Sak ndulit. Andai sedang buntu, udah bertapa dan ternyata hanya nemu satu ide untuk ditulis dan dijadiin perkedel eh postingan. Jangan khawatir, saya ada disini *jiaaaah, siape eluuuuu wan?

Ambil contoh *ntar, cek kulkas, ada contoh yang dingin ga ya? nemu ide tentang soal sholat dhuha. Jangan ditulis dalam satu postingan yang isinya komplit plit. Mulai dari apa itu Dhuha, manfaatnya, aplikasi dan pengalaman langsung, tokoh sukses yang melakukan sholat dhuha, semua jadi satu.

Saya bilang “boros”. Satu ide cuma jadi satu post? kenapa ga dijadiin banyak post aja. Caranya adalah dengan membagi intinya per post. Misal : artikel pertama isinya pengertian sholat Dhuha dan manfaatnya, artikel berikutnya mengenai pengalaman melakukan sholat dhuha dan dampak secara langsung pada diri sendiri, artikel selanjutnya mengenai tokoh penting yang juga melakukannya, dan seterusnya semampunya.

Kemudian, jangan lupa diberi link untuk menuju artikel berikutnya. Ibaratnya next chapter. Gunanya adalah agar pengunjung tertarik untuk membaca sequel-nya *udah kayak film aja. Apabila mereka memang tertarik, insya allah akan klik dan menambah pageview. Lumayan.

Lagi. Pasang link blogmu sendiri di sembarang kata atau bisa juga di kata yang spesifik dalam artikel. Gunanya adalah apabila artikel dicopas tapi engga mencantumkan sumber, kita bisa mengetahuinya lewat pingback yang dihasilkan. Yaa berdoa aja semoga copasser-nya engga teliti, asal copy paste. Saran : pasang di tanda titik atau koma.

Jangan lupa, don’t forget. Artikel selanjutnya di tayangkan esok hari/hari berikutnya. Jika khawatir lupa, settingan di Publish dirubah. Menjadi Terjadwal/Scheduled. Caranya? ganti aja tanggalnya. Jika satu ide jadi 3 post misalnya, padahal dibuat dalam waktu satu hari dan mempunyai target one post per day, lumayan pakai banget tuh.

Oke segitu aja dulu. Katanya cuma sak ndulit kok jebulannya ber dulit dulit

jebulannya: jebulanne : Ternyata
sak ndulit : satu colek sabun cuci

Advertisements

9 comments on “Bagi yang minim ide

  1. Begawan Ariyanta
    June 27, 2012

    mutiara memang selalu di dalam tiram yang lusuh dan kumal.. terkubur selama 100 tahun di dalam laut membuatnya akan semakin indah dan diminati banyak orang halah <– virus narzismet.. baik deh kawan lama pemilik segudang ide yang gudangnya terbakar di pinggir ringroad barat seminggu yang lalu.. masukan yang bagus dan siap laksanakan..

    Like

  2. amhar
    June 27, 2012

    Keep writing….:)

    Like

  3. Harmony Magazine
    June 28, 2012

    Betul, satu ide bisa dibikin beberapa posting kalo emang panjang.
    Menurutku maksimal 500 kata itu orang sudah bosen ngebacanya, kecuali orang yang memang membutuhkan buat suatu hal.
    Kebanyakan orang langsung ilfil begitu lihat tulisannya panjang banget. 🙂

    Like

Tinggalkan Pesan ya Sist/Bro (Leave a comment Please)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Suka pake ini. Kamu?

download chrome

Me


Hai, Selamat datang dan selamat membaca. Tolong tinggalkan jejak disini.
Please, write a comment. Thanks visitin' this blog

Komunitas

Komunitas Blogger Jogja

Follow me on Twitter

%d bloggers like this: