SatusatuenMagz

Menulis Mengabarkan

Waktunya All Out

Tidak lama lagi, kita memasuki bulan penuh berkah. Bulan yang akan melipat gandakan amal pahala umat muslim. Bahkan tidur orang yang berpuasa di bulan tersebut akan dianggap ibadah, namun bukan berarti akan tidur sepanjang Ramadhan kan?? hihihi..

Ada sebagian sahabat saya berkata, Ramadhan adalah saatnya berpesta, ada yang berkata waktu yang pas untuk ngotot, waktunya untuk all out. Berpesta disini bukan berarti mengadakan acara hura-hura disetiap malam. Juga bukan ngotot dalam artian memaksakan kehendak. Namun berpesta dalam kucuran pahala yang tiada henti, all out dalam melakukan semua amalan, ngotot untuk meraih shaf terdepan dalam setiap sholat, ngotot untuk mencerabut akar.

Ada juga yang berkata “mendadak alim”. Yaaa..itu fakta, namun jangan mengecilkannya. Ada yang berkata “Puasa jalan,maksiat tetep”. Astagaaaa
Sebuah sindiran sebenarnya. Karena masih ada juga orang-orang yang tetap melakukan kemaksiatan meski Ramadhan tiba. Beberapa berkata “Ramadhan kan bulannya, kebutuhan tetep jalan”

Ibarat pohon, setan mungkin telah mengakar dalam hati manusia – yang “Puasa jalan, maksiat tetep” tersebut. Merasuk dalam pola pikir, ucapan, kebiasaan manusia itu sendiri. Dan bulan Ramadhan hanya akan memangkas “beberapa daunnya” saja. Namun akarnya masih menghujam dalam tanpa tercerabut sedikitpun. Wallahu alam.

Dibulan ini sebenarnya kita bener-bener ditunjukkan jati diri kita. Siapa kita sebenarnya, dengan aneka pilihan. Seperti yang setiap muslim tahu. Budget pahala bulan ini membengkak. Amalan kecil dilipat gandakan. Harusnya dengan informasi tersebut, seorang muslim terlecut untuk melakukan yang terbaik, all out.

Kenyataan dilapangan? Bicara soal lapangan, Alun-alun selatan Jogja tetep ramai meski waktunya tarawih. Diramaikan oleh anak-anak muda berpasangan. Minggu awal masjid penuh, minggu akhir pusat perbelanjaan penuh. Pattimura masuk masjid, Soekarno Hatta nongkrong di Mall. Ah jangan suuddzon..siapa tahu kantong pahala mereka sudah penuh, bekal perjalanan sangat panjang sudah terpenuhi.

Bagi yang merasa belum penuh kantong pahalanya dan merasa belum memiliki bekal, yuuk all out mencabut akar setan dalam diri kita. Supaya bulan Ramadhan ini bisa maksimal.

Advertisements

2 comments on “Waktunya All Out

  1. Harmony Magazine
    July 7, 2012

    Orang sekarang kalo bilang puasa itu saya bilang banyak yang bull shit, meski ga semuanya. πŸ˜€ Cuma nahan lapar dan haus doang.
    Terbit fajar sampai terbenam matahari ga makan dan minum, tapi waktu berbuka makanannya lebih enak 3x lipat dari biasanya. Bukankah ini tidak ada bedanya?
    Ini fakta lho, salah satu indikatornya adalah jumlah peredaran uang terbesar dalam setahun ya ketika bulan Ramadhan itu. πŸ™‚

    Like

    • Satusatuen
      July 7, 2012

      betuuul. saya juga mau nulis itu. tapi ga sampai hati. hehehehe

      Like

Tinggalkan Pesan ya Sist/Bro (Leave a comment Please)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Suka pake ini. Kamu?

download chrome

Me


Hai, Selamat datang dan selamat membaca. Tolong tinggalkan jejak disini.
Please, write a comment. Thanks visitin' this blog

Komunitas

Komunitas Blogger Jogja

Follow me on Twitter

%d bloggers like this: