SatusatuenMagz

Menulis Mengabarkan

Safety First?? OK!!

Sebuah panggilan masuk membuat hape lawasku berdering. Sebuah panggilan yang ternyata hendak menanyakan mengenai kaos jogja. Karena saya sedang dalam perjalanan, pembicaraan tersebut tidak saya dalami lebih lanjut. Bukan bermaksud tidak fast respon, hanya saja, saya lebih mementingkan keselamatan berkendara.

Sebuah kisah nyata semoga dapat memberi anda sedikit gambaran. Betapa tidak sebandingnya membalas sms atau menerima telpon disaat kita mengendarai kendaraan di jalan raya dengan keselamatan diri dan orang lain.

Terjadi di bulan September 2012 ini. Lokasi di sebuah sudut kota Yogja. Malam belum larut benar, namun Putra (sebut saja demikian) berangkat menuju warnet tempat dia bekerja. Hari itu ia jaga shif malam. Karena jalan yang ia lalui sangat sepi dan merasa aman, ia berjalan di pinggir jalan. Tidak diatas trotoar. Kendaraan yang lewat pun bisa dihitung dengan jari. Namun keheningan yang ia rasakan tidak berlangsung lama.

Tiba-tiba dari arah belakang, meluncur sepeda motor dengan kecepatan tinggi menabrak Putra. Ia terpental dan sempat menubruk pohon sebelum akhirnya tidak sadarkan diri di trotoar. Karena jalanan sepi, ia baru dievakuasi ke rumah sakit setelah penabrak mampu bangun dan berjalan. Bersama dengan seorang bapak yang kebetulan lewat, ia mengantar Putra menuju rumah sakit terdekat.

Putri, sebut saja demikian. Adalah gadis abg yang menabrak Putra. Didepan kerabat Putra yang telah tiba setelah di hubungi, dirinya mengaku sebagai penolong. Namun kerabat tidak percaya begitu saja setelah melihat keadaan Putri sendiri yang juga mengalami lecet di tubuhnya. Bahkan dibeberapa bagian mengalami pendarahan yang cukup serius.

Setelah diinterogasi oleh pihak keluarga, dengan sejumlah kejanggalan berupa kerusakan motornya, akhirnya Putri mengaku bahwa dia menabrak Putra.

Pertanyaan yang muncul kemudian adalah bagaimana bisa dijalanan yang sepi tersebut, Putri menabrak Putra yang sedang berjalan dipinggir jalan. Dan dengan menunduk, Putri menjawab bahwa dirinya sedang MEMBALAS SMS.

Menurut penuturannya, karena jalanan sepi dirinya mengembangkan kecepatan namun disaat yang bersamaan sebuah sms masuk. Putri lantas mengambil hape yang ada disakunya, membaca dan kemudian membalas sms tersebut. Tanpa mengurangi kecepatan atau bahkan berhenti untuk melakukannya. Tanpa ia sadari, kendaraan melaju kearah tepi jalan dimana Putra sedang berjalan kearah yang sama. Dan terjadilah kecelakaan tersebut.

Putra mengalami patah tulang paha kiri dan kanan, serta beberapa luka dalam akibat benturan yang sangat keras. Sempat menjalani perawatan di rumah sakit namun Putra tidak mampu bertahan. Ia menghembuskan nafas terakhirnya beberapa hari kemudian.

***

Pembaca yang budiman.
Membalas sms itu baik, fast respon juga tidak buruk. Namun jika harus mengalahkan keselamatan pribadi atau bahkan merugikan orang lain seyogyanya hal tersebut dihindari. Jika benar-benar penting, mohon kesediannya untuk menepi dan berhenti sebentar. Mungkin sms atau panggilan yang masuk sangat bagus untuk perkembangan bisnis anda, namun sangat tidak bijak rasanya jika harus membahayakan diri sendiri dan orang lain.

Mari kita renungkan kembali dan ajak orang-orang terdekat kita untuk berkendara dengan aman. Salah satunya tidak menggunakan telepon disaat berkendara.

Advertisements

8 comments on “Safety First?? OK!!

  1. adminwebcom
    September 28, 2012

    Setuju, Gan. Kalo kita jadi penumpang baru boleh langsung balas sms, yaaa…

    Like

  2. Red
    October 4, 2012

    orang2 indonesia memang jago berakrobat bro, nelpon sambil naik motor dan ngebut lagi. sering banget gue lihat….

    Like

  3. Harmony Magazine
    October 5, 2012

    Sering kulihat seperti itu di ringroad utara. Ngebut, bawa motor gede, sambil sms-an. Kenapa sih ga berhenti aja? Kalo saya sih pas mengemudi pasti HP full silent. Toh kalo memang ada rejeki yang benar-benar rejeki, seharusnya akan tetap jadi milik kita meskipun kita tidak mengangkat telepon dan telat membalas sms, kan? πŸ™‚

    Btw, itu putri cakep ga? πŸ˜€

    Like

    • Satusatuen
      October 5, 2012

      putra dan putri cuma sebuah “nama alias” kok Wan. korbannya laki, penabrak perempuan. soal nama disimpen aja.
      btw..putri jadi agak stres setelah tahu putra meninggal.

      Like

      • Harmony Magazine
        October 6, 2012

        Posisi sampeyan sebagai apa? Teman korban, teman penabrak atau saksi? πŸ˜€

        Like

      • Satusatuen
        October 6, 2012

        teman korban. ini sebagai pembelajaran buat kita semua. bahwa mengendarai kendaraan sambil menggunakan handphone dapat membahayakan semua pihak.

        Like

      • Harmony Magazine
        October 10, 2012

        Makane aku sering nonton sepion nek numpak motor mas. Mati memang tidak bisa diubah, tapi kalo celaka bisa dihindari. Hohoho…

        Like

      • Satusatuen
        October 10, 2012

        Mbantuuulll…eh…mbetuuuulll…setuju aku kang

        Like

Tinggalkan Pesan ya Sist/Bro (Leave a comment Please)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Suka pake ini. Kamu?

download chrome

Me


Hai, Selamat datang dan selamat membaca. Tolong tinggalkan jejak disini.
Please, write a comment. Thanks visitin' this blog

Komunitas

Komunitas Blogger Jogja

Follow me on Twitter

%d bloggers like this: