SatusatuenMagz

Menulis Mengabarkan

Tahun Pupuler

Apa kabar kawan? sudah lama tidak melakukan update post membuat saya canggung mengetikkan huruf demi huruf. Sebenarnya ide banyak, hanya saja rasa malas lebih menang melawan hasrat menulis. Benar-benar tidak patut dicontoh.

Menyinggung kalimat “benar-benar tidak patut dicontoh” diatas, saya terlintas pada keadaan saat ini menurut pandangan pribadi. Memang tidak bisa dijadikan tolok ukur sih, karena ini hanya sekedar uneg-uneg. Tapi setidaknya saya mengajak diri saya khususnya dan anda sekalian pada umumnya, untuk merenungi keadaan disekeliling dan mengambil hikmah.

Tahun ini saya menyebutnya “Tahun Pupuler dan Populer”. Karena banyak kejadian yang menjadi “sangat Populer” serta “sangat Pupuler”. Banyaknya berita-berita yang di push oleh media terkait korupsi, membuatnya “sangat populer” dan menjadi topik hangat di angkringan-angkringan dan obrolan ringan disela makan siang. Padahal masih ada kasus yang “pernah Populer” namun kini seakan tertelan bumi dan tidak kunjung mencuat kepermukaan. Udin dan Munir? Apa kabar?

Kenapa hanya dua yang menjadi contoh? Karena yang tidak saya ketahui sangat banyak dan saya yakin tidak “Dipopulerkan”. Hal ini menjadi bagian dari hal yang “benar-benar tidak patut dicontoh”. Mengutamakan kasus yang sedang hangat, push sekuat tenaga dan akhirnya, kita lupa. Sesuai skenario dari mereka yang ingin kita lupa dan atau teralihkan perhatiannya.

Apalagi kasus semacam korupsi, yang masuk golongan tidak boleh dicontoh anak-anak, menjadi tontonan atau setidaknya mereka mendengar berita tersebut disela penantian acara kartun favorit. Dan semoga remaja-remaja indonesia tidak berpikir bahwa menjadi pejabat adalah lazim jika korupsi. Apalagi bagi mereka yang mengetahui adanya bug dalam hukum, yang bisa menjadi celah argumen dan membenarkan suatu tindakan. Atau jangan-jangan generasi penerus sudah mulai kena virus “urus partai ketimbang urus negeri”?. Semoga pemikiran tersebut tidak “populer” dalam benak mereka.

Mengenai tahun Pupuler yang saya sebut diatas. Saya yakin – atau sebenarnya tidak yakin juga sih – jika yang saya lihat juga sama dengan anda lihat. Atau apakah Yang saya lihat didaerah saya, juga terjadi didaerah anda?. Akan saya coba jelaskan.

Ketika berkendara dijalanan, mata ini teralihkan perhatiannya dari posisi kendaraan didepan menjadi kearah paha pengendara wanita dan atau boncenger wanita dari kendaraan disekitar saya. Bukan karena tidak bisa menjaga pandangan, tapi lebih karena ingin menghitung berapa banyak dari mereka yang terinfeksi virus Pupuler. #alibi

Entah karena apa, mereka bisa terjangkit virus Pupuler tersebut, sehingga membiarkan paha mulus mereka terekspos secara gratis meski di malam yang sangat dingin. Apakah mereka merasa menjadi personel Cheribelle sehingga harus rela membiarkan debu-debu jalanan bebas akses ke daerah penting yang biasanya sangat lembab. Jangan membayangkan sebuah daerah penting yang lembab dan penuh debu yang pasti berbahaya bagi kesehatan ya.

Jika memang didaerah anda juga ada pemandangan kurang lebih sama, maka bisa dipastikan virus Pupuler sudah menyebar ke seantero negeri. Dan karena bisa menjamah setiap pelosok, mungkin modus penyebarannya adalah melalui media televisi?.

Memangnya apa itu Pupuler?

Ah, ini hanya bisa-bisanya saya aja. “Pupuler” adalah singkatan dari “Pupu di Ler“. “Pupu” adalah bahasa jawa dari kata “Paha” dalam bahasa Indonesia. Sedangkan “di Ler” adalah bahasa jawa yang menyebut sebuah kondisi dimana sesuatu dibiarkan terbuka dan atau dengan kondisi tidak sebagaimana mestinya. Contoh : Sego di Ler adalah Nasi dibiarkan terbuka tidak ditutup. Pengucapan “Ler” sama persis ketika kita mengucapkan kata Populer. Karena itulah istilah PUPULER serasa pas melihat kejadian alam seperti ini. Namun saya tidak tahu pasti juga apa penyebab meluasnya virus tersebut, namun hal yang saya tahu adalah bahwa hidup tidak semulus paha cheribelle. #nyontekanggundixfactor.

Advertisements

One comment on “Tahun Pupuler

  1. cobalihataku
    March 6, 2013

    PUPU… 🙂 aku baru tahu bahasa jawanya paha itu pupu.. tapi emang jaman sekarang mulai terbuka (sengaja dibuka),

    Like

Tinggalkan Pesan ya Sist/Bro (Leave a comment Please)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on March 6, 2013 by in Cerita and tagged , .

Suka pake ini. Kamu?

download chrome

Me


Hai, Selamat datang dan selamat membaca. Tolong tinggalkan jejak disini.
Please, write a comment. Thanks visitin' this blog

Komunitas

Komunitas Blogger Jogja

Follow me on Twitter

%d bloggers like this: