SatusatuenMagz

Menulis Mengabarkan

Kenapa? Kenapa? Kenapa?

Siang itu, ada mobil dan truk sedang parkir di samping warung. Irul yang menggemari moda transportasi begitu antusias memperhatikan semua hal mengenai 2 kendaraan tersebut. Berbagai pertanyaan meluncur darinya tanpa henti. Mulai dari ban, roda, wiper, klakson, kaca depan, spion, ban cadangan, kemudi, lampu sein, lampu utama, bumper, sampai pada kaki-kaki, semua ditanyakan dengan pertanyaan “itu apa? kenapa disana?”

Untuk menyebutkan nama, mungkin bisa dilakukan dengan sederhana. Namun untuk menjawab pertanyaan “kenapa?”. Waduh. Bagaimana menjawabnya. Kenapa ban disana yah? Kenapa spionnya disana yah? kenapa , kenapa , kenapa

Jelas tidak mungkin untuk menjawab slengean. Karena tidak membuat ia menjadi pintar. Jawaban maksimal yang sanggup saya berikan hanya sekedar mengatakan fungsinya. “Kenapa ban disana Yah?”. “biar mobilnya bisa jalan”. “kalo disana Yah?” (sambil nunjuk belakang). “tidak bisa jalan”. “Kalo mobil jip, kok dibelakang Yah?”. “itu ban cadangan”. Begitu seterusnya.

Sampai akhirnya ia mengeja huruf di badan ban mobil tersebut. Ia mengeja satu persatu. “D-U-N-L-O-P”
“dibaca apa?”
“BAN”
Saya, ibunya dan tantenya kompak berkata “Pinteeeerr” ucap kami sambil menahan tawa. Kemudian ia bergerak menuju truk yang terparkir disamping mobil. Kemudian ia mengeja huruf di badan ban truk tersebut.

“G-A-J-A-H-T-U-N-G-G-A-L”
“Dibaca apa?”
“BAN TRUK”

Advertisements

6 comments on “Kenapa? Kenapa? Kenapa?

  1. E-One
    March 26, 2013

    Dulu, nek ponakanku takon macem-macem tentang elektro langsung tak buka ne Google. πŸ™‚ Itu 7 tahun lalu, saat ia masih kelas 3 SD. Sekarang dia malah sekolah di SMK elektro, kecanduan Google. Eh, dia bisa bikin robot sekarang, paklik e kalah…. hahahaha….

    Intinya, jangan membunuh rasa ingin tahu seorang bocah. Siapa tahu dia nanti jadi enginer hebat macam pak Habibie. Ya to? πŸ˜€

    Like

  2. JNYnita
    March 27, 2013

    Lucuuu.. πŸ™‚
    Dulu aku jg gitu, bs nyebut huruf tp asal nebak bacaannya.. πŸ™‚

    Like

  3. Begawan Ariyanta
    March 30, 2013

    wah irul lagi.. dah setahun gak ketemu.. tapi ketemu jg baru sekali dulu ya set..

    aku ya gitu set, ejaan sama bunyi beda –> contoh G – R – E – A – T tak baca “Greit”..
    brarti si irul berbakat bahasa inggris itu (serius)

    Like

    • Satusatuen
      March 31, 2013

      wahahaha..nek kui cen munine ngono Ri. nek bahasa inggris, awal e irul ngerti huruf malah versi bahasa inggris. dadi sampai saiki, nyebut huruf “U” bacane “yu”.

      Like

Tinggalkan Pesan ya Sist/Bro (Leave a comment Please)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on March 25, 2013 by in Cerita.

Suka pake ini. Kamu?

download chrome

Me


Hai, Selamat datang dan selamat membaca. Tolong tinggalkan jejak disini.
Please, write a comment. Thanks visitin' this blog

Komunitas

Komunitas Blogger Jogja

Follow me on Twitter

%d bloggers like this: