SatusatuenMagz

Menulis Mengabarkan

Iklan yang Menguatkan

Gambar, kata-kata dan atau tulisan dimanapun dengan media apapun mampu menumbuhkan rasa tertentu terhadap orang lain. Rasa tersebut bisa saja berupa kesedihan, senang, merasa prihatin, marah dan sebagainya. Dengan gambar, seseorang bisa sukses namun juga bisa terjerembab. Dengan kata-kata, seseorang bisa besar namun bisa juga terkubur dalam-dalam. Dengan tulisan, seseorang bisa seakan menyentuh neraka atau seakan mencium aroma surga. Mereka memiliki kekuatan yang mampu menguatkan namun juga mampu melemahkan.

Demkian juga kalimat-kalimat yang digunakan dalam iklan. Banyak memang yang membodohi, namun tidak sedikit yang menyisipkan pesan moral untuk para penontonnya. Bukan bermaksud ingin membantu promosi. Namun karena memang saya menyukai kalimat yang digunakan, maka saya akan menuliskannya disini dengan harapan anda semua dapat ikut mengambil pesan secara tidak langsung.

“Jatuh? Ya Bangun Lagi”

Kalimat diatas digunakan dalam sebuah iklan susu. Menampilkan seorang anak yang berkeinginan menjadi atlet dan telah berulang kali menerima serangan lawannya. Dia tetap bangkit dan berusaha memenangkan pertandingan. Scene yang menampilkan anak tersebut tidak lama, namun kata-kata yang terucap sungguh sangat menguatkan. Jatuh? ya bangun lagi.

Lihat diri kita. Berapa banyak dari kita yang ketika mereka-reka rencana dan sampai pada sebuah titik perhitungan kemungkinan akan gagal, lantas enggan untuk memulainya. Baru sampai perhitungan saja sudah menyerah, padahal belum memulai. Andai mau mencoba dan meski jatuh, ya bangun lagi.

“aku, aku, aku. Kok bukan kitaaaa”

Kalimat tersebut diucapkan dengan visualisasi yang lucu. Berupa beberapa potong keju yang berebut ingin dimakan duluan. Namun ternyata bukan mereka yang dimakan. Melainkan snack lain yang kandungan kejunya lebih banyak.

Sekilas mungkin tidak berarti apa-apa. Namun jika mau mengambil hikmah yang terselip, sungguh besar maknanya. Ke-AKU-an dalam diri masyarakat masih sangat besar. Ke-AKU-an itu yang membuat rendahnya kata KITA dalam memutuskan sebuah perkara. Ke-AKU-an yang mengalahkan kata KITA yang demi orang banyak. Ada yang bersembunyi dibalik kalimat “yang penting niatnya”, ada juga yang berkata “kembali ke dalam diri masing-masing”, tidak sedikit yang mengucap “yang penting ga ngerugiin orang laen”. Tiap-tiap mereka berhasil menemukan pembenaran-pembenaran atas ke-AKU-an yang mereka paksakan. Namun mereka gagal menemukan alasan untuk memikirkan kebersamaan.

Andaikan “KITA” yang meraja lela.

Sebenarnya masih banyak kalimat iklan yang hendak saya tulis. Namun saya berubah pikiran. Saya ingin mengajak pembaca semua mencari sendiri kalimat-kalimat yang digunakan dalam iklan namun memiliki kekuatan yang membangun. Bukan yang membodohi. Setelah berhasil menemukannya, cobalah mendiskusikanya dengan orang yang berada disamping anda saat itu.

Advertisements

Tinggalkan Pesan ya Sist/Bro (Leave a comment Please)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Suka pake ini. Kamu?

download chrome

Me


Hai, Selamat datang dan selamat membaca. Tolong tinggalkan jejak disini.
Please, write a comment. Thanks visitin' this blog

Komunitas

Komunitas Blogger Jogja

Follow me on Twitter

%d bloggers like this: