SatusatuenMagz

Menulis Mengabarkan

Say ‘NO’ to Lotse !!

#anti miras ID

say no to Lotse

Beberapa tahun yang lalu, saat masih berseragam biru putih, seorang teman menghampiri sambil menyampaikan pesan yang masih terngiang sampai saat ini. Pesan tersebut sebenarnya biasa, karena orang tua saya juga menyampaikan hal sama. Namun menjadi tidak biasa karena dia sendiri, justru melakukannya. Ia berpesan “wan, ojo pisan-pisan lotse”. Lotse adalah bahasa Dagadu, artinya adalah “minum”. Minum disini mengarah negatif karena merujuk pada minuman memabukkan atau minuman keras. Kalimat itu dalam bahasa indonesia berarti “wan, jangan sekali-kali minum (mabuk)” diucapkan dengan kondisi yang sempoyongan, mata merah dan bau khas mulutnya.

Pesan itu saya jawab “Lha kenopo emange?”. Saya tidak tertarik dengan miras namun saya tertarik dengan apa yang mendasari ia berpesan demikian. Kemudian ia menjawab “ndak koe koyo aku”. Pernyataan yang membuat saya semakin penasaran sebab ia berpesan seperti itu agar saya tidak menjadi seperti dia.

“Emange koe koyo ngopo” lanjut saya. Hati-hati saya ucapkan karena biasanya orang mabuk tidak mampu mengendalikan emosi. Bisa jadi ia marah dan tidak mau meneruskan apa yang ingin ia sampaikan. “Ra genah, pokokmen aku kui ora genah”. “Ngga jelas, intinya aku itu engga jelas”, kurang lebih demikian terjemahan bebasnya. Belum saya selidik lebih jauh, ia sudah berlalu.

Sedikit banyak saya dapat menangkap apa yang ingin ia sampaikan. Ia mengerti bahwa miras itu menimbulkan hal yang negatif untuk kondisi tubuhnya maupun kehidupannya secara luas. Kabar terakhir (saat itu) lambungnya rusak dan harus opname di rumah sakit. Namun alih-alih sadar, ia tetap mengkonsumsi miras selepas kejadian itu. Sering ia berurusan dengan polisi karena kelakuannya saat mabuk. Keuangan yang morat-marit dan mendapat cap buruk dari masyarakat mungkin membuat dia menyatakan diri dengan kalimat “ngga jelas, intinya aku itu engga jelas”. Meskipun ia menyadari pengaruh negatif muncul dari miras, entah mengapa dirinya tidak mampu untuk menjauhi benda haram tersebut.

Begitu juga dengan beberapa narasumber yang sempat berbincang dengan saya akhir-akhir ini. Banyak dari mereka yang mulai meminum Miras dan Minol (minuman beralkohol) dari usia muda. Ada yang mulai akhir SD dan pertengahan SMP. Alasannya beragam. Ada yang sekedar berbaur, demi persahabatan, memang ingin mencicipi namun yang paling menyedihkan adalah karena orang tuanya mengajari demikian. Ini benar terjadi (menurut penuturan narasumber) sang ayah yang gemar pil dan miras selalu mengkonsumsinya di dalam rumah. Akibatnya si anak melihat sendiri dan entah sejak kapan si anak sudah kecanduan. Si anak tumbuh dewasa bersama miras dalam genggaman tangannya. Sedangkan sang ayah memilih mengakhiri hayatnya dengan menenggak segelas pembasmi serangga. Ironis.

Saat saya bertanya mengenai perubahan setelah mengkonsumsi miras dan minol, jawaban yang mereka berikan hampir sama. Kulit tampak tidak segar sehingga merasa terlihat tua, pinggang menjadi gampang sakit, tubuh menjadi lebih lemah. Pertanyaan saya lanjutkan. “apakah kalian tahu bahaya dari miras dan minol?”. Mereka menjawab  “Ya kami tahu”.  “Waktu itu. saat memutuskan untuk minum, apakah kalian menyadari bahayanya?” Semua juga menjawab seragam, “tidak peduli”. “Kenapa?” tanya saya. ” yang terpikir ya hanya minum saja” jawab mereka. Saya spontan berkomentar “Tahu bahaya miras namun tidak peduli dan terus mengkonsumsinya?? Isi otak kalian tuh apa?? hahaha”. Untung mereka teman, jika tidak habis saya hari ini. Mereka menyadari bahayanya namun tidak ambil pusing akan semua itu. Tidak menghiraukan bahwa hal itu akan mengancam jiwanya.

Tapi semua yang diceritakan adalah masa lalu. Mereka saat ini sudah memilih untuk meninggalkan minuman haram tersebut. Beberapa menyadari dikarenakan sudah berkeluarga. Seorang lainnya merasa harus segera membuang jauh miras karena mengalami kejadian yang hampir merenggut jiwanya. Pernah suatu hari ia tersadar dalam kondisi penuh luka karena terjatuh di bantaran sungai. Ternyata ia yang dalam kondisi mabuk berjalan kearah sungai dan terjerembab hingga jatuh di bantaran. Ia terluka namun selamat dan kerena kejadian itu ia mendapatkan pencerahan. Ia tidak ingin lagi mengkonsumsi miras.

Keputusannya mendapat dukungan dari orang tua. Beberapa orang yang dulu juga menjadi pecinta miras turut mendukung keputusan tersebut. Sedikit demi sedikit ia mengurangi jumlah miras yang ditenggaknya hingga sepenuhnya lepas dari cengkeraman minuman haram itu.

Sungguh, sebuah kisah yang berat untuk dijalani dan panjang jika harus ditulis disini. Mengingat sebenarnya masih mudah untuk kembali karena untuk mendapatkan miras juga relatif tidak sulit. Beberapa tempat dikabarkan memiliki dan menjual meski berulang kali disita oleh pihak berwajib. Penahanan juga dilakukan namun seolah tidak memberi efek jera karena diulangi kembali. Entah apa yang sebenarnya terjadi. Saking mudahnya mendapatkan stok barang atau begitu gampangnya melewati proses hukum(?). Mungkinkah kombinasi keduanya?.

Butuh keberanian dan kekuatan ekstra untuk benar-benar mengenyahkan penyakit masyarakat ini. Tidak hanya dari pihak berwajib namun juga warganya. Keduanya harus saling terpadu. Warga harus saling mengingatkan dampak negatif dari miras/minol dan tidak menjualbelikannya. Demikian juga aparat hukum agar tidak mudah tergiur harta untuk meringankan atau bahkan membebaskan pihak yang terbukti melakukannya. Dengan keterpaduan itu dan berkesinambungan, diharapkan penyakit masyarakat ini dapat musnah sepenuhnya.

Karena itu, mari kita mulai dari diri kita sendiri. Katakan “tidak” pada Miras dan Minol. Tanamkan dalam diri untuk tidak mengkonsumsinya apapun keadaannya. Tidak peduli akan dikatakan “ngga gaul” atau “ngga keren”, jauhilah miras dan minol. Say NO to LOTSE!!

*lotse (bahasa Dagadu): ngombe (jawa) berkonotasi ke minum miras.

Advertisements

9 comments on “Say ‘NO’ to Lotse !!

  1. Red
    May 10, 2013

    kalo sering ‘minum’, liver juga bisa hancur…..

    Like

  2. TONGKONANKU
    June 9, 2013

    Dengar2 alkohol juga dibutuhkan tubuh, terutama dikondisi udara dingin. Kalau saya sih yang penting gak berlebihan minumnya, apalagi minum sampai mabuk. 😀

    Like

    • Satusatuen
      June 10, 2013

      hmmm.. setahu saya. mau dikit atau banyak, yang namanya alkohol hukumnya tetap sama. hehe..cmiw

      Like

  3. Eko Sutrisno HP
    June 12, 2013

    Say ‘NO’ to Lotse !!:
    Yang benar Lodse (=ngombe)
    Lotse : ngogbe
    L = nG
    T = G
    S = B

    (matamu=dagadu)

    Salam sehati

    Like

    • Satusatuen
      June 13, 2013

      iya juga sih. tapi itu engga baku, buktinya polisi menjadi hongib (polis), agus (patub=hagus),asu(pabu=hasu). hehehe
      salam sehati.

      Like

  4. Pingback: Peserta Lomba AntiMiras (lengkap) | Eshape Blogger Jogja

  5. Pingback: Peserta Lomba Blog AntiMiras (3) | Gerakan Moral Anti Miras < 21 Tahun

  6. Fahira Idris
    July 3, 2013

    Sahabat Komunitas Pejuang #AntiMiras

    Assalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakatuh,

    Dalam berbagai kesempatan dialog, diskusi dan pertemuan lainnya, kita sepakat untuk menjadikan Gerakan Nasional Anti Miras adalah sebuah Gerakan Massal Masyarakat atas kesadaran terhadap bahaya latent yang diakibatkan oleh minuman beralkohol (minol) dan minuman keras (miras), khususnya bagi Anak dan Remaja di bawah 21 tahun;

    Sehubungan dengan itu, kita akan melaksanakan Traning for Trainers yg akan dipandu oleh teman2 dari @KomunitasSM dan @AntiMiras_ID , pada:

    Hari/Tgl : Sabtu-Minggu 6-7 Juli 2013
    Jam TFT : 08’00-17’00 wib
    Tempat : Rumah Damai Indonesia
    Jl H Saabun No20, Jatipadang, Margasatwa Pasar Minggu, Jakarta Selatan

    kiranya Sahabat dapat mengirimkan minimal 2 orang calon peserta, yang terlebih dahulu akan diseleksi dari data yang diisi calon peserta melalui formulir:

    http:// http://www.mediafire .com/download /vb9pcdaiphf5p2k/FormPendaftaranTrainer .pdf

    Keikut-sertaan Sahabat dalam upaya2 Gerakan Nasional Anti Miras, InsyaALLAH akan meningkatkan kesadaran semua stake holder terhadap bahaya minol dan miras, khususnya Pemerintah dalam mengendalikan penjualannya.

    Training for Trainers Pejuang #AntiMiras – bhadiah HP Android Samsung Galaxy CHAT http:// chirpstory.com/li/93088

    #BlogPost Training for Trainers Pejuang #AntiMiras

    http:// antimiras.com/2013/07/training-for-trainers-pejuang-antimiras/

    Salam Sehat #AntiMiras
    @fahiraidris

    Like

Tinggalkan Pesan ya Sist/Bro (Leave a comment Please)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on May 9, 2013 by in GA/Kontes and tagged , , .

Suka pake ini. Kamu?

download chrome

Me


Hai, Selamat datang dan selamat membaca. Tolong tinggalkan jejak disini.
Please, write a comment. Thanks visitin' this blog

Komunitas

Komunitas Blogger Jogja

Follow me on Twitter

%d bloggers like this: