SatusatuenMagz

Menulis Mengabarkan

Dawai Yang Membisu

Susah payah ia letakkan siter diatas trotoar tempatnya mengamen. Tempat dimana ia dan suaminya memungut rezeki. Dengan harapan ada yang bermurah hati demi sesuap nasi untuknya siang itu. Puluhan pasang mata berlalu tak peduli. Angin dingin bertiup sedikit lebih kencang.

Perlahan ia duduk, meletakkan tubuh rentanya disamping alat musik kesayangan. Namun ada yang tak biasa, siter itu terdiam. Tidak satupun nada yang keluar darinya. Mendung menggelayut hitam.

Belum lama mengistirahatkan tubuhnya, air hujan berjatuhan. Membasahi semua yang ada di bumi. Ia segera meraih siter dan berusaha bangkit meski sudah tidak mudah lagi. Sepasang tangan tiba-tiba memegang bahu dan membantunya berdiri. Mereka mencari tempat berteduh.

“Kakek dimana nek? Sehat tho?” tanya penolong itu. Mata tua itu berkaca-kaca. Dipeluknya siter kesayangan sang suami lebih erat. Dengan suara lirih, ia menjawab “Kakek sudah tiada, empat bulan yang lalu “. Siter peninggalan itu akan tetap membisu, dalam waktu yang lama.

Advertisements

6 comments on “Dawai Yang Membisu

  1. Pencerah
    July 3, 2013

    kasihan juga ya si nenek

    Like

  2. sakura suri
    July 3, 2013

    kasihan neneknya.
    coba diajak pulang dan dirawat sm sang penolong..

    Like

  3. Dina Aprilia
    July 31, 2013

    sedihh.. 😦

    ehm..ngomong-ngomong….
    suka nulis cerpen yah?
    gaya tulisannya kayak cerpen….atau ini emang cerpen??hohoho
    keren lah pokoknya tulisannya…pengen bgt bisa nulis kyk gitu.. >,<

    Like

    • Satusatuen
      August 2, 2013

      itu kisah nyata. cuma gayanya aja yang kayak cerpen.
      kakak pasti bisa. latihanterus aja kak.

      Like

Tinggalkan Pesan ya Sist/Bro (Leave a comment Please)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on July 3, 2013 by in Kisah Nyata and tagged , , .

Suka pake ini. Kamu?

download chrome

Me


Hai, Selamat datang dan selamat membaca. Tolong tinggalkan jejak disini.
Please, write a comment. Thanks visitin' this blog

Komunitas

Komunitas Blogger Jogja

Follow me on Twitter

%d bloggers like this: