SatusatuenMagz

Menulis Mengabarkan

bukan DEMO DAMAI BBM

Riuh. Siang terik di sebuah persimpangan kota. Puluhan muda mudi meneriakkan slogan-slogan yang mereka sebut aspirasi. Suara hati rakyat kecil, rakyat yang tertindas. Itu kata mereka.

Sang Orator berteriak. Dengan kalimat yang pedas. Ia menggepalkan tangan ke udara. Seakan ingin menunjukkan kepada langit. Siapa yang bersuara lantang kali ini.

Atas nama rakyat. Atas nama penderitaan. Atas nama ketidak adilan. Atas nama pemerintah yang semena-mena. Atas nama atas nama. Itu kata mereka.

Dalam keriuhan. Deru ratusan mesin menggetarkan. Merayap dengan klakson memekakkan telinga. Jalanan tertutup, tanpa celah. Bara dalam sekam.

Sang Orator berteriak lantang. Disambut kawannya lebih lantang lagi. Knalpot digeber. Klakson menjerit. Tak mau kalah. Cacian, makian menginginkan lenggangnya ruas jalan.

Tak ingin dikalahkan, merasa menyuarakan kepentingan. Enggan berbagi ruang. Mereka berteriak, sambil menunjuk langit.
Merasa disepelekan, tak ingin diremehkan. Motor dipacu, knalpot menderu. Menerobos barisan. Namun terguling dengan sebuah pukulan.

Tidak ada yang terdiam. Tidak ada yang bungkam. Aparat keamanan bekerja lebih keras. Pengguna jalan ingin ruas yang lenggang. Penyuara aspirasi ingin unjuk kekuatan, blokade jalan. Batu pun menari, melompat kesana sini. Tak berhenti hingga cairan merah membasahi dahi. Satu dua suara letusan, bukan petasan. Sebagian lari ketakutan, sebagian justru mengencangkan kepalan.

Penyuara rakyat tidak menyakiti rakyat.

__

Ayolah sob, itu bukan demo. Itu Rusuh.

Advertisements

2 comments on “bukan DEMO DAMAI BBM

  1. rusydi hikmawan
    July 27, 2013

    saya jadi ikut panas. hanya kalimat: diam-tertindas atau bangkit -melawan

    Like

  2. hp yitno
    July 27, 2013

    Penyuara rakyat malah merugikan rakyat. Harusnya demo itu yang tertib tapi pakai taktik.

    Like

Tinggalkan Pesan ya Sist/Bro (Leave a comment Please)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on July 18, 2013 by in Kisah Nyata and tagged , , , , , .

Suka pake ini. Kamu?

download chrome

Me


Hai, Selamat datang dan selamat membaca. Tolong tinggalkan jejak disini.
Please, write a comment. Thanks visitin' this blog

Komunitas

Komunitas Blogger Jogja

Follow me on Twitter

%d bloggers like this: