SatusatuenMagz

Menulis Mengabarkan

Berkurban itu…

Lebaran haji sudah didepan mata. Biasanya mendekati hari H, jamak kita temui pedagang hewan kurban mendirikan “show room” dipinggir jalan. Sehingga, jalan yang biasa-biasa saja berubah menjadi luar biasa karena tercium parfum yang juga luar biasa. Tidak mengapa, toh hanya setahun sekali.

Tahun ini, seperti tahun-tahun sebelumnya saya belum bisa menunaikan salah satu perintah ini. Bukan naik hajinya, melainkan berkurban. Biasalah, alasan klasik. Namun khotbah jumat kemaren memberi titik terang. Dan membuat saya bertekad tahun depan insya allah berkurban kambing. Kenapa kambing? mulai yang mudah dulu, insya allah.

Sebenarnya perintah berkurban itu ditujukan kepada siapa sih? yaa, kalo melihat Surat Al-Kautsar : “Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkurbanlah”, disitu engga disebut orang kaya, orang  mampu, pejabat, wakil rakyat, alim ulama, rakyat biasa atau seabrek pangkat jabatan title strata sosial dan lain sebagainya. Perintah itu untuk umat islam.
Lho, apakah lantas berkurban hukumnya wajib?. Bisa iya, bisa tidak. Kalau bernadzar, akan berkurban jika bla bla bla, maka hukumnya menjadi wajib. Jika tidak maka sunnah kifayah atau sunnah ‘ain muakad. Sunnah ‘ain muakad adalah hukum berkurban bagi mereka yang sedang haji. Sunnah kifayah artinya jika satu anggota keluarga sudah berkurban, maka anggota lainnya gugur tuntutan. Jadi bisa diartikan satu keluarga minimal satu kurban.

Lhoo, bukankah ada syarat bila mampu?.
Yaaa, standar mampu itu yang bagaimana sih?

Sebentar, sebelum kita bahas mengenai mampu dan tidak mampu. Saya paparkan ide yang terlintas karena khutbah jumat kemaren. Saat itu, khatib berkata “… kan setahun sekali”. Jika masjid itu gelap, mungkin langsung terang benderang gara-gara lampu ide nyala di atas kepala saya. Criiing!! ( kok cring sih? itukan suara recehan )
Awal idenya adalah “setahun sekali”. Pengembangannya adalah bagaimana jika untuk momen setahun sekali tersebut kita menabung setiap hari agar dapat menunaikan perintah berkurban?

Menabung???
Ya. Menabung
Setahun menabung untuk momen berkurban??
Tepat sekali.

Satu tahun itu kalau engga berubah 336 hari. Kecuali karena sering kena matahari, bumi ini memuai, kemudian semakin besar sehingga meningkatkan massa yang kemudian memperlambat kecepatan…. ( halah gausahdibahas ).

Dengan asumsi harga kambing 2 juta 500 ribu rupiah. Jumlah itu dibagi 336 hari. eh tunggu dulu. Satu tahun kalender matahari dan satu tahun kalender bulan kan berbeda, jika tidak salah selisih 10 hari. Kok bisa? amati saja. jika hari ini hari raya, maka tahun depan selisih 10 hari lebih cepat dari tanggal yang sama. Berarti 336 hari dikurangi 10 sama dengan 326.

Tapi 326 itu baru ketemu hari H perayaan dan hari penyembelihan. Belum ketemu hari pembelian hewan kurban. Masa kita beli hewan kurban bertepatan dengan hari penyembelihan. Jatohlah kita beli hewan kurban 3 hari sebelumnya, berarti 326 dikurangi 3 sama dengan 323 hari.

Nah, akhirnya ketemu 323 hari. Sekarang 2 juta 500 ribu dibagi 323 hari. Ketemu 7739,93. Dibulatkan keatas 8000 aja.

Jadi jika kita setiap hari menabung 8000, selama 323 hari. Hasil yang didapat adalah 2.584.000 ( 2 juta 5 ratus 8 puluh 4 ribu rupiah ) melebihi nominal yang ditargetkan. Lumayan.

Dengan uang tersebut, semoga bisa membeli kambing kurban yang harganya 2 juta-an. Dengan asumsi tahun depan sudah mengalami kenaikan harga. Tahun ini saja ( 2013 ) kata catering di deket rumahku, harga kambing sudah mencapai 1 juta 7 ratus. Itu bukan hari raya, gimana kalau hari raya coba. Aji mumpung biasanya. Naik 200 hingga  500an mungkin. Persisnya aku engga tahu. Bukan pedagang kambing brooooo.

Yang jelas, dengan menabung, kita sebenarnya MAMPU untuk berkurban. Asalkan MAU, melakukannya.

Tidak harus kambing, program kurban sapi patungan juga bisa. Tidak harus beli sendiri, titipkan panitia. Sehingga yang tidak suka parfum sapi atau kambing bisa menghindarinya. hehehe
Sekarang kembali ke mampu tidak mampu. Apakah dengan cara diatas ( menabung ) masih berat untuk dilakukan?
8000 sehari?? masih berat?
Mungkin bisa memangkas pengeluaran yang sebenarnya tidak perlu. Pengeluaran yang tidak perlu tuh macam apa saja? Sebenarnya pertanyaan ini hanya anda yang bisa menjawab. Karena anda sendiri yang tahu dan melakukannya. Jika semua sudah dipangkas dan tidak dapat melakukannya juga, mungkin anda benar-benar tidak mampu. Saya tidak suudzon dengan mengatakan anda tidak mau lho yaa.

#ngumpet.

Advertisements

Tinggalkan Pesan ya Sist/Bro (Leave a comment Please)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on October 12, 2013 by in Informasi and tagged , .

Suka pake ini. Kamu?

download chrome

Me


Hai, Selamat datang dan selamat membaca. Tolong tinggalkan jejak disini.
Please, write a comment. Thanks visitin' this blog

Komunitas

Komunitas Blogger Jogja

Follow me on Twitter

%d bloggers like this: