SatusatuenMagz

Menulis Mengabarkan

Antara remote, Demo Buruh dan Spongebob

Jika bisa protes, remote televisi itu pasti akan berteriak sambil menunjukkan tulisan “jangan gonta-ganti chanel!!” dan menggelar demo seperti demo buruh akhir-akhir ini. Lha bagaimana lagi? acara di televisi saat itu hanya menampilkan berita yang sama, demo buruh dimana-mana. Ganti sana, berita demo. Ganti sini, berita demo. Ganti yang lain korupsi pejabat, saluran berikutnya tidak ada beda. Akhirnya setua ini memilih nonton spongebob saja. Lantas memanggil anak untuk ikutan nonton sebagai bentuk kamuflase.hahaha

 “Gaji segitu dirasa tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup layak” demikian kalimat yang sempat terdengar saat pindah-pindah saluran televisi tadi. Saya cukup yakin, kalimat senada pasti akan terdengar di saluran manapun dan demo buruh kapanpun. Karena inti demo mereka tetap sama, kenaikan upah.

“Hidup layak seperti apa yang mereka inginkan?” terlontar juga pertanyaan itu dalam gumaman. Sampai-sampai harus meminta upah dengan angka yang cukup besar. Jika boleh saya berasumsi, mungkin didalam mindset mereka yang namanya gaji itu harus mencukupi semua kebutuhan sebulan penuh lengkap beserta tabungan. Jika perlu ada sisa lebih untuk traktir kawan-kawan. Yaa, pengalaman saya menjadi buruh sih berkata seperti itu. Dulu seorang senior menggambarkannya dengan lebih detil lagi. Ia berkata “mana cukup gaji segitu wan. Makan sebulan berapa, kontrakan berapa, sekolah anak berapa, belum kalau anak minta baju buku sepatu, belum kalau ada sumbangan-sumbangan, belum kalau sakit.” Sebelum ia menyelesaikan kalimatnya, saya sudah tidak konsen dengan apa yang ia bicarakan. Terbayang betapa sempitnya dunia ketika harus dihadapkan dengan situasi demikian. Apalagi bagi mereka yang money oriented. Ketika tersenyum berdasarkan ada tiadanya uang di saku mereka.

“Lantas jika demo buruh diadakan, apakah mereka ( staff HRD ) ikut juga?” pertanyaan saya waktu itu. Senior menjawab “ya engga, yang demo cuma kita-kita. Mana mau mereka demo.”
“kenapa?”  tanya saya
“gaji mereka mah udah gedhe” jawabnya.
“Kalo gitu, kenapa ngga pindah di bagian HRD aja? kan gedhe tuh salarynya”
“yee, gw kan cuma SMA wan. Mereka minimal S1 “
Lantas terlintas sesuatu dalam pikiran saya. Jika memang kita demo karena gaji kecil, kenapa tidak sekolah lagi yang tinggi dan bekerja di bagian HRD atau staf yang lain. Bukankah mereka mendapat hal itu karena mereka memang layak mendapatkannya?

Pertanyaan masih berlanjut. “trus kenapa kalau SMA, emangnya ga ada semacam naik jabatan gitu?”. Senior yang rambutnya persis kondisi hutan Indonesia tersebut – botak karena pembalakan liar – menjawab ” ya ada sih. Tuh foreman bagian sana lulusan SMA, tapi karena kerjanya bagus, dia diangkat jadi Leader. Karena bagus lagi, diangkat jadi Foreman.”
“Nah, tuh. Otomatis gajinya nambah kan?”
“Iyalah, tapi kudu bagus kerjanya. Ga kayak elu” ucapnya sambil terkekeh. Aih, kenapa sukanya nunjuk ke orang? Kenapa engga nunjuk diri sendiri dulu? Tapi justru karena itu, ada sedikit pencerahan yang saya dapatkan.
Kalau memang tidak bisa sekolah lagi untuk mendapatkan title dan gaji lebih baik, ya harusnya bekerjalah yang giat dan tingkatkan mutu produksimu agar mendapatkan promosi menuju jenjang jabatan lebih tinggi. Jika tidak ada dana untuk sekolah lagi dan enggan meningkatkan kualitas kerja maka seyogyanya menyadari diri dan terima apa adanya. Pandai-pandai berhemat dan mencari sampingan lain jika mampu, bukan lantas demo buruh.

Pernah saya berimajinasi sebuah keadaan dimana seluruh badan jalan penuh dengan manusia. Mereka berdemo namun bukan menyeru kenaikan upah karena bla bla, melainkan menuntut kepada diri sendiri agar meningkatkan kualitas kerja dan mengajak mengurangi loss time.
Hehehe.. saya terkekeh atas beberapa hal. Menyadari imajinasi saya yang terlalu tinggi, adegan spongebob yang lucu, juga ternyata ditangan anak saya sama saja nasib remote televisi itu. Diperkosa untuk berganti-ganti saluran ketika tayangan spongebob selesai.

Wah, beneran demo tuh remote.

Advertisements

2 comments on “Antara remote, Demo Buruh dan Spongebob

  1. jampang
    November 1, 2013

    kita masih seneng menuntut hak daripada menyelesaikan kewajiban 🙂

    Like

Tinggalkan Pesan ya Sist/Bro (Leave a comment Please)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on November 1, 2013 by in Cerita and tagged .

Suka pake ini. Kamu?

download chrome

Me


Hai, Selamat datang dan selamat membaca. Tolong tinggalkan jejak disini.
Please, write a comment. Thanks visitin' this blog

Komunitas

Komunitas Blogger Jogja

Follow me on Twitter

%d bloggers like this: