SatusatuenMagz

Menulis Mengabarkan

Rasan-rasan : Earpon di Knalpotmu

Kuperhatikan, laki-laki itu sangat fokus pada pekerjaannya. Ia terlihat begitu terampil saat melepas bagian-bagian terkecil mesin motorku. Peluhnya mulai keluar dari dahi hingga seluruh kulit wajah. Sorot matanya tajam, ia begitu serius. Kuamati segala hal yang ia kerjakan. Mengendurkan baut kemudian melepas blok mesin hingga memisahnya menjadi 2 bagian. Dibersihkannya satu per satu dibawah kucuran bensin. Mataku mencoba merekam apa-apa yang kulihat. Siapa tahu, jika butuh membongkar mesin aku bisa melakukannya meski tidak yakin bisa mengembalikan seperti semula.

Suara konvoi motor terdengar dari kejauhan. Iring-iringan yang memekakkan telinga itu sebentar lagi melewati kami. Tidak peduli warna bendera mereka apa, yang pasti membuat tidak nyaman siapapun yang mendengarnya. Terlihat polisi telah berjaga di perempatan tak jauh dari bengkel tempatku berada. Mengatur lalu lintas agar tetap kondusif, itu yang kudengar. Sejenak terlintas pertanyaan, kondusif untuk siapa?

Seingatku, ketika kampanye konvoi knalpot blombongan lewat, maka tidak ada arus lalu lintas yang berjalan kecuali mereka. Pengguna jalan lain WAJIB berhenti. Spesial, karena kali ini jalanan berubah menjadi karpet merah “peragaan busana” serta atraksi menari-nari diatas kendaraan. Mereka adalah bintang tamunya. Bintang tamu yang memecah gendang telinga.

Rombongan besar itu pun akhirnya menampakkan “kepalanya”. Dalam sekejap, tidak ada suara lain kecuali suara knalpot blombongan. Dan suara mesin jahit yang pantas dibuang tiba-tiba menjadi terdengar sangat merdu. Sungguh, kampanye dengan cara konvoi seperti itu bagiku adalah menebar sampah audio.

Ya, Sampah Audio. Kosakata dari mana itu? engga tahu. Yang aku tahu ketika ada protes mengenai sampah visual, bisa jadi ada Sampah Audio. Televisi aja ada audio dan visual. Dan kampanye dengan konvoi knalpot blombongan inilah -yang menurutku – Sampah Audio.

Yang membuat geram adalah kebisingan itu seakan hanya untuk orang lain. Mereka yang melakukannya justru menggunakan semacam tutup telinga. Ada yang berupa kapas, earphone, Headphone dan paket ekonomis berupa jari telunjuk. Hal ini berarti sesungguhnya kebisingan juga mereka rasakan. Telinga mereka juga terganggu. Namun rasa tidak peduli lebih dominan dan menjadi raja. Bagaimana aksi ini dapat meraih simpati masyarakat jika merugikan?

Mungkin kedepan, apabila kampanye konvoi knalpot blombongan akan dilakukan lagi, sebaiknya menggunakan semacam microphone dengan ujung berupa earphone di telinga pengendara motornya. Jika terlalu sulit direalisasikan, ada cara yang lebih mudah. Buatlah knalpot yang cukup panjang dan berliku hingga moncongnya berhenti tepat di telinga si pengendara.

*efek abis nguras dompet gara-gara motor rusak

Advertisements

5 comments on “Rasan-rasan : Earpon di Knalpotmu

  1. sunarno2010
    April 3, 2014

    sangat miris ketika melihat prosesi kampanye yang seperti itu, benar sekali bagi saya ini bukan cara simpati untuk meraih dukungan, justru menimbulkan kejengkelan tersendiri (maklum depan rumahku kadang juga jadi ajang kampanye yang memekakkan itu)

    Like

  2. Joe Ismail
    April 4, 2014

    apalagi sekarang lagi musim kampanye, berisik di mana-mana

    Like

    • Satusatuen
      April 5, 2014

      harusnya mereka bagiin earphone dulu. baru deh kampanye

      Like

  3. masehamka
    April 10, 2014

    Sampah audio?? Ckck bener sekali itu. Konvoi kampanye banyak merampas hak hidup nyaman banyak orang. Stuju kalo diatur utk pemilu kampanye jalan kaki biar yg di blombong mulutnya yg pada kampanye :))

    Like

Tinggalkan Pesan ya Sist/Bro (Leave a comment Please)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on April 2, 2014 by in Cerita and tagged , , .

Suka pake ini. Kamu?

download chrome

Me


Hai, Selamat datang dan selamat membaca. Tolong tinggalkan jejak disini.
Please, write a comment. Thanks visitin' this blog

Komunitas

Komunitas Blogger Jogja

Follow me on Twitter

%d bloggers like this: