SatusatuenMagz

Menulis Mengabarkan

Ketika den Bagus Mangkat ( Jangan Buang Sembarangan )

Pernahkah anda melihat bangkai “den bagus” tikus di tengah jalan? Atau bahkan mungkin anda justru menginjaknya secara tidak sengaja? Bagaimana perasaan anda setelah mengalami hal tersebut?

Semua orang pasti setuju bahwa tikus memang hewan yang kurang menyenangkan. Mulai dari warnanya hingga kebiasaannya yang merusak. Barang-barang milik kita bisa kita temukan dalam keadaan tidak utuh. Makanan, baju, perabotan, hingga kabel. Hewan pengerat satu ini mungkin memiliki tingkat keingin tahuan yang tinggi dan ingin menguji kekuatan giginya hingga segala sesuatu yang dihadapannya harus ia gigit. Penulis bahkan mendapati salah satu kaki dipan kayu berlubang hanya untuk “jalan raya” bagi si tikus. :v

Tingkahnya sungguh tidak ada lucunya. Ketika hewan lain justru dielus, tikus malah dibenci. Ketika ia muncul di hadapan orang, kemungkinan orang tersebut akan berupaya mencari sesuatu yang bisa ia gunakan untuk memukul. Alih-alih lari sekencang-kencangnya, terkadang ia malah berhenti sejenak dan menoleh kepada kita. Menyebalkan.

Namun terlepas dari semua hal menyebalkan tadi, ia tetap layak mendapatkan penguburan ketika telah berubah status menjadi “bangkai”. Ia tetaplah mahluk Tuhan seperti lainnya. Ia tetap mengalami pembusukan yang pastinya menyengat hidung siapa saja. Akan menyebabkan datangnya para lalat yang kemudian menyebarkan bakteri melaluinya. Setidaknya, pembusukannya itu bukan hal indah yang akan menjadi obyek pemotretan atau lokasi selfie bagi orang yang melihatnya.

Tempat pemakaman umum untuk tikus bukanlah di jalanan. Karena yang namanya dikebumikan berarti dikembalikan ke bumi(?), seharusnya ia dikubur di dalam tanah. Seyogyanya semua orang tahu itu. Lagipula mengubur bangkai ke dalam tanah berarti menghormati mahluk. Mahluk disini mengarah kepada dua mahluk. Yang pertama adalah hewan itu sendiri. Yang berikutnya adalah manusia yang melihat dan melaluinya.

Maka, apabila menemukan bangkai tikus, kubur ia di tanah terdekat. Jangan membuang di jalanan. Karena sesungguhnya, orang lain juga merasakan jijik yang sama. Hanya saja bedanya, mereka adalah korban dan pelaku pembuangan adalah orang yang justru menyebarkan penyakit dan membuat orang lain tidak nyaman.

 

Advertisements

2 comments on “Ketika den Bagus Mangkat ( Jangan Buang Sembarangan )

  1. aqied
    January 24, 2015

    Loh, jd tikus2 yg di jalan itu tikus buangan? Bukan yg memang ketabrak kendaraan ya?

    Like

    • Satusatuen
      January 25, 2015

      Sebagian ada yang ketabrak kendaraan. Tapi banyak yang dibuang.

      Like

Tinggalkan Pesan ya Sist/Bro (Leave a comment Please)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Suka pake ini. Kamu?

download chrome

Me


Hai, Selamat datang dan selamat membaca. Tolong tinggalkan jejak disini.
Please, write a comment. Thanks visitin' this blog

Komunitas

Komunitas Blogger Jogja

Follow me on Twitter

%d bloggers like this: