SatusatuenMagz

Menulis Mengabarkan

#DolanBareng Blogger Jogja ke Jogja Lantai 2 part I

Dolan Bareng Blogger Jogja

Ini pasti karena Cinta

dolan bareng blogger jogja

Ga semua ikut foto. Tapi semua ikut senang

Setiap orang memiliki masa bosan atau suntuk dalam menjalani hari-harinya. Sehingga dibutuhkan yang namanya piknik. Kita pernah mendengar istilah “kurang piknik” dan seperti itu juga yang dialami oleh blogger. Meski tiap harinya blogger terlihat santai, atau mungkin lebih tepatnya “terlihat pengangguran” namun sesungguhnya mereka juga bisa merasa bosan dan suntuk dengan aktifitasnya yang terlalu sering di depan laptop. Mengolah kata, mengolah kode, mengelola hati saat deindex hingga mengelola earning yang 4 digit. #aamiin

#DolanBareng ke Jogja Lantai Dua yang diselenggarakan oleh KBJ, Komunitas Blogger Jogja, menjadi salah satu ajang untuk melepas penat, kebosanan, secara bersama-sama. Tujuan Dolan Bareng yang pertama ini menuju pantai Ngobaran. Kenapa dipilih pantai Ngobaran? Karena pantai tersebut memiliki kekhasan tersendiri. Disana terdapat candi dan monumen dimana Prabu Brawijaya V muksa. Konon beliau bakar diri demi menolak ajakan Raden Fattah masuk Islam. Entahlah, yang pasti acara yang bebas diikuti siapa saja ini berlangsung seru dan menyenangkan.

dolan bareng blogger jogja

Pantai Ngobaran. Tapi kita ke Nguyahan dulu ya.

Rombongan yang terdiri dari pria dan wanita itu berangkat dari depan Museum Wayang jalan Wonosari pada pukul 8 pagi tepat. Pada awalnya ada sekitar 10 motor yang berangkat namun kemudian bertambah beberapa dan berkurang satu. Danang Eko Pambudi urung melanjutkan perjalanan karena merasa tidak enak badan. Sehingga demi kesehatannya, pengampu Cinema 21 itu memilih untuk putar balik dan pulang beristirahat. Semoga sehat selalu, brother.

Rombongan berkali-kali berhenti untuk menjemput peserta #DolanBareng yang menunggu di berbagai tempat secara terpisah. Rere dijemput di depan Kids Fun, Setia Adi di depan SMP 1 Piyungan, Mini GK di dekat Gading, serta Jarwadi di jembatan Playen.Satu hal yang mengharukan adalah ketika saya – posisi di paling belakang iring-iringan – tiba-tiba mendapati Arief, Yudha, Kiki dan beberapa kawan lain berada di belakang saya. Sepertinya mereka berusaha keras untuk mengejar kami. Seperti yang ditulis oleh salah seorang member KBJ, Setia Adi, hal ini pasti karena Cinta. Tidak mungkin jika tidak ada cinta, peserta Dolan Bareng mau menanti, menjemput serta mengejar ketertinggalan.

You Will Never Walk Alone

Peserta telah terkumpul dan menjadi satu rombongan besar. Melewati kampung dan pedesaan yang asri dan indah. Melihat iring-iringan motor yang sedemikian panjang rasanya sungguh membanggakan. Bisa mendekatkan yang jauh, mengumpulkan yang terserak, mempererat yang terpisahkan. Beberapa peserta memang belum saling kenal namun menjadi kenal dan akrab. Bukankah tambah kawan tambah rezeki?

Sebuah kejadian dalam perjalanan sering kali membuat kita harus terhenti meski untuk sementara. Lepasnya baut as roda motor mas Jarwadi menjadi salah satu perhatian tersendiri. Ia harus terhenti beberapa kilo menjelang pantai Ngobaran dan memaksanya mencari bengkel terdekat untuk mengganti baut yang hilang. Disinilah arti sebuah persahabatan, Mas Tomi membagi dua rombongan. Besar dan kecil. Jadilah beberapa motor dari rombongan berhenti dan menemani perjalanan mas Jarwadi hingga menemukan bengkel.

dolan bareng blogger jogja

Tenang bro, tenang. Mekanik amatiran akan beraksi. Paling cuma jebol kok. #eh

Setelah menemukan bengkel dan motor sudah direparasi hingga layak jalan lagi, rombongan kecil berangkat menyusul rombongan besar yang sepertinya sudah sampai lokasi. Perjalanan mulus dengan pemandangan sekeliling yang memanjakan mata. Ah, seandainya saya duduk di jok pembonceng, kemungkinan saya bisa bercerita lebih detail betapa indahnya lanskap yang kami lihat.

Sesampai di pantai, ternyata rombongan besar belum beranjak dari tempat parkir motor mereka. Sepertinya mereka memilih menunggu kedatangan kami. Terlebih mengetahui kejadian yang menimpa mas Jarwadi, blogger dari Gunung Kidul itu. Seorang sahabat tidak akan membiarkanmu berjalan sendiri, betul begitu?Yeah, You will never walk alone, dude.

Parkir di Pantai Ngobaran, Maen di Pantai Nguyahan

Rombongan Dolan Bareng ke Jogja Lantai 2 ini sesungguhnya parkir di Pantai Ngobaran namun mereka justru bermain di pantai Nguyahan. Kami bersyukur, saat sampai, pantai sedang surut sehingga menjadi sangat luas dan kami bisa bermain hingga ke tengah. Tumbuhan laut yang hijau menjadi pemandangan tersendiri yang memperindah pantai Nguyahan. Sebagian besar peserta memilih untuk bermain diatas pasir. Saya dan mas Setia Adi, blogger dari Klaten, berinisiatif memanjat bukit untuk melihat pantai dari ketinggian. Tidak mudah memang, karena bebatuan yang besar dan runcing siap untuk melukai kaki kami. Namun karena semangat empat lima, terjalnya bebatuan tidak menyurutkan langkah untuk melihat pemandangan dari sudut yang berbeda.

dolan bareng blogger jogja

Yang lain fokus kamera, Mini GK fokus #GGS.

Sesampainya kami diatas, tidak ada kata-kata yang bisa mengungkapkan keindahan pantai Nguyahan. Cakrawala terbentang luas. Warna samudra memenuhi pandangan kami. Rasa-rasanya kamera yang sedari tadi menjepret keindahannya tidak cukup untuk mengabadikan karya Tuhan itu.

Cinta Tak Berdasar Warna, Re

Beberapa teman menyusul. Firdhaus, Ratna, Aji, Rere dan Mini GK si penulis yang kabarnya akan menelorkan novel baru, juga ikutan menaiki bukit. Sepertinya mereka ingin melihat sendiri keindahan karya Tuhan yang diberi nama Nguyahan ini. Dari pengalaman mencari sudut pandang berbeda untuk melihat pantai seperti yang kami lakukan ini, kami menyadari satu hal. Bahwa untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik dibutuhkan tenaga ekstra. Mereka yang hanya berada di tepi pantai pastilah tidak melihat wajah pantai yang jauh lebih indah dari ketinggian seperti yang kami tatap saat itu.

Dari tempat yang sama, saya melihat sebuah spot pantai mungil yang berada tepat dibawah bukit. Kami lantas berfikir bagaimana caranya untuk mencapai pantai tersebut. Ah, tapi kami belum ingin menyudahi kemesraan bersama angin yang bertiup kencang serta burung yang sesekali terbang berkeliling.

dolan bareng blogger jogja

diatas tebing kok marahan. jangan lompat lho

Meski saat itu matahari menyengat dan membuat warna kulit menjadi semakin gelap, toh kami tetap saja bernarsis ria. Keceriaan saat itu seakan lebih berharga, daripada kekhawatiran sengatan sang surya. Lupakan saja warna kulit. Sesungguhnya cinta tak berdasar warna, bukankah begitu Re?

Goa Dalam Celah

Usai berfoto di atas bukit, kami lantas turun. Percayalah, bukan pekerjaan mudah untuk turun. Seperti waktu menaikinya, menuruni bukit tersebut juga perlu kehati-hatian. Permukaan batu yang runcing siap melubangi kulit siapa saja yang lengah dan tidak waspada.

Sesampainya dibawah, saya melihat celah batu yang lumayan lebar. Sepertinya celah tersebut tercipta dari patahan tebing berjuta tahun lalu. Saya bersemangat untuk memasukinya dan melihat apa yang ada didalam. Tak ketinggalan seorang kawan, Aji Saka calon blogger fotografi, mengikuti di belakang. Kami memasuki celah tersebut dengan hati-hati. Om Tomi Purba, si SEO Enthusiast menyusul kami yang sudah di dalam.

dolan bareng blogger jogja 2

ini celah batunya. Silakan masuk, tapi hati-hati.

Saat itu kami sedang memotret apa-apa yang ada disana. Di balik celah ada semacam goa yang terbentuk dari kikisan air laut. Besarnya goa tersebut cukup untuk dimasuki beberapa orang. Buktinya, Mba Rian, Blogger kuliner yang kurang kurus saja muat masuk kedalamnya. Jujur saja, begitu ia masuk ke dalam goa, tiba-tiba rasanya goa jadi terlihat sempit dan kecil. Apakah goanya hidup?
Entahlah.

dolan bareng blogger jogja 3

itu goanya. Cukup buat showroom mobil. #boong

dolan bareng blogger jogja 4

Kok goanya jadi sempit?? apa yang terjadi??

Oh iya, kami menemukan sesuatu di dalam goa. Sepasang batu yang berada di dalam cekungan dasar goa dan berisi air. Seperti apa batu tersebut dan bagaimana kami menuju pantai mungil di bawah bukit?
Simak tulisan berikutnya. Masih di #DolanBareng Blogger Jogja ke Jogja Lantai 2.

Advertisements

5 comments on “#DolanBareng Blogger Jogja ke Jogja Lantai 2 part I

  1. Tomi Purba
    March 7, 2015

    maksimall.. KBJ bener2 solid banget.. ditunggu tulisan kedua dan juga trip kedua om

    Like

  2. Pingback: Dolan Bareng Blogger Jogja ke Jogja Lantai 2 part II | SatusatuenMagz

  3. adi pradana
    March 19, 2015

    Foto2nya bikin pengen ikut…

    Like

  4. Gambar
    May 1, 2015

    Seru ya kayanya kalo bisa ngumpul bareng blogger lainnya 😀

    Like

Tinggalkan Pesan ya Sist/Bro (Leave a comment Please)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Suka pake ini. Kamu?

download chrome

Me


Hai, Selamat datang dan selamat membaca. Tolong tinggalkan jejak disini.
Please, write a comment. Thanks visitin' this blog

Komunitas

Komunitas Blogger Jogja

Follow me on Twitter

%d bloggers like this: