SatusatuenMagz

Menulis Mengabarkan

Jalan Menuju Pantai Klayar Pacitan yang Indah

Long Journey to The Klayar Beach

“Jalan menuju pantai klayar Pacitan, dari Jogja berapa jam?” Itulah pertanyaan pertama yang muncul saat seorang kawan mengajak untuk mengunjungi pantai Klayar. Teman yang mendengar pertanyaan itu terlihat mengerutkan dahi sebentar, kemudian ia menjawab “Sekitar 2 jam. Dulu aku pernah soale”. Agak terdengar kurang meyakinkan, namun saya jadikan patokan untuk mengira-ira jarak ke tempat wisata di Pacitan tersebut.

Dengan google maps, saya mencari perkiraan yang lebih mendekati. Di laman tersebut saya mendapati jarak Jogja – Pantai Klayar sekitar 92 km dan waktu tempuh sekitar 2 jam 50 menit. Bulatkan saja 100 km, karena pada saat perjalananan, jarak 92 km dan 100 km tidak jauh berbeda. Sama-sama melelahkan, lebih-lebih ada beberapa titik yang membuat bokong terasa seperti diterapi.

Pantai Klayar, wisata alam jatim konon sangat indah. Tempat wisata menarik, pantai yang kata kawan memiliki dua wajah itu sangat menarik untuk didatangi. Mendengar penuturan seperti itu ditambah hasil googling yang sepertinya menarik, saya memutuskan untuk turut rombongan ke pantai tersebut, bersama keluarga tentunya. Tapi sebelumnya kami perlu mendata hal-hal yang perlu disiapkan untuk perjalanan panjang nanti.

Persiapan sehari sebelum keberangkatan sudah seperti orang yang mau mudik. Rute mudik alternatif, eh rute Jogja – Klayar pun dipilih. Jarak yang paling pendek sepertinya lewat Mangunan. Dari kota Jogja ke selatan lewat Jalan Imogiri Timur, lalu belok kiri ke Mangunan, lurus terus ke Dlingo dan lanjut menuju Wonosari, kemudian ke Rongkop dan seterusnya. Tapi kami memilih lewat jalan nasional Jogja – Wonosari. Meskipun terpaut beberapa kilometer, namun jalan ini lebih mendukung. Misalnya ada, SPBU, bengkel / tambal ban, rumah sakit, mini market dan lain sebagainya.

Rencana awal, tolong garis bawahi, rencana awal berangkat selepas sholat subuh. Tepatnya jam 5 pagi. Maka dari itu, kami mempersiapkan segala sesuatu pada malam sebelumnya. Sarapan pagi, cemilan untuk perjalanan, baju dan celana ganti, hingga surat-surat penting sudah dipersiapkan. Saatnya untuk terlelap mempersiapkan fisik demi perjalanan panjang ke Pantai Klayar.

Jam sudah menunjuk pukul 4.55 pagi. Kami sekeluarga sudah siap untuk memulai perjalanan. Dengan harapan yang tinggi, kami menuju titik kumpul. Katanya akan berangkat pukul 5 pagi agar perjalanan nyaman dan lancar. Tapi kami lupa kalau hidup di negara Indonesia, dimana setiap orang mengenakan jam karet. Jam yang bisa melar (molor). Janjian berangkat jam 5 pagi namun nyatanya berangkat jam 6 lebih. Lebihnya banyak.

Permukaan Jalan Yang Cuantiiik

Menggunakan sepeda motor dengan penumpang di jok belakang satu orang dewasa dan satu anak lima tahun membuat pengemudinya tidak dapat mengembangkan kecepatan. Permukaan aspal yang bagus dari Jogja hingga Rongkop sebenarnya sempat memancing untuk mencoba cornering. Namun karena “tidak sendiri” maka lebih baik menjaga kendaraan tetap stabil dan aman untuk semua penumpangnya.

Selepas dari Rongkop, memasuki kawasan Pracimantoro, beberapa kilometer permukaan jalan bergelombang dan berlubang. Hal tersebut membuat mata setiap pengendara melotot memperhatikan aspal jalanan. Seakan melihat permukaan jalan yang cantik, penuh dengan berlian, mata terus saja menelanjangi jalan itu. Tanpa disadari, kami sudah merasakan terapi bokong. Sensasinya wow banget.

Jangan terlena dengan jalan yang mulus. Tikungan yang sepertinya mudah untuk dilalui terkadang terasa sulit apabila ada pasir dipermukaannya. Demikian juga dengan rute jogja – klayar ini. Beberapa ada yang berpasir sehingga perlu kewaspadaan ekstra. Beberapa yang lain ada yang dipenuhi material dari bukit di kanan atau kirinya. Sepertinya terbawa arus selepas hujan. Tetap waspada dan safety ride yang utama.

Ada hal yang menarik setelah memasuki Pacitan. Banyak yang bisnis batu akik. Kanan kiri jalan terlihat sangat menonjol tulisan “jual batu akik”, “jasa emban batu akik” bahkan lucunya – saya lupa persisnya dimana – ada tulisan “warung batu akik”. Lhadhalaaah, tidak hanya warung tegal atau warung internet saja yang eksis. Nyatanya ada warung batu akik segala disana.

Kami mampir dulu ke warung makan. Memesan bakso dan mie ayam untuk sekedar mengisi perut. Bakso dan mie ayam itu, bukan makan bagi saya. Mungkin seperti kudapan saja. :v Rasanya bagaimana? Yaaaah, karena saya lapar ya tetap dihabiskan. :v

Seperti yang saya lihat sepanjang perjalanan memasuki Pacitan, warung bakso dan mie ayam ini juga memajang batu akik. Cincin batu akik yang siap pakai dan bahan batu akik terpajang di sebuah etalase besar disana. Saya menceritakan ketakjuban saya akan banyaknya kios serupa kepada penjual batu akik tersebut. Beliau menjelaskan panjang lebar mengenai Pacitan dan batu akik. Mengisahkan betapa terkenalnya Pacitan yang kaya akan batu alam tersebut, bagaimana pengolahannya, nama-namanya, harganya serta dari mana ia mendapatkan bahan baku yang kini menjadi cincin cantik batu akik. Bercerita tentang antusiasme masyarakat terhadap bisnis batu akik yang sedang booming,  sambil sesekali merapikan barisan cincin agar dapat bersanding mesra dengan hiasan kepala gesper. Dalam hati saya berkata “njenengan lebih pas menjadi marketing batu akik daripada pembuat mie ayam bakso”.

Melanjutkan perjalanan setelah perut terisi memang menjadi lebih fokus. Meski terkadang ada yang bilang justru menjadi ngantuk. Dari sebuah plang pinggir jalan, tertulis bahwa pantai Klayar masih 20km lagi dari posisi kami berada. “ah deket. Ngga lama” pikir saya.

Perjalanan lanjutan dari rehat makan bisa dibilang lancar kece badai. Aspal yang halus mulus membuat perjalanan menyenangkan. Kemacetan terjadi di beberapa ratus meter sebelum objek wisata Goa Gong. Pengunjung wisata goa tumpah ruah. Parkir penuh. “oh iya, ini hari minggu ya” kataku.

Setelah melewati objek wisata goa gong, aspal juga masih mulus. Namun tidak jauh. Perjalanan menjadi sangat lambat karena permukaan jalan tidak rata. Ditambah dengan sempitnya jalan, membuat pengemudi kendaraan roda empat terkadang harus menepi sampai benar-benar mepet. Pemerintah daerah perlu segera bertindak, melebarkan jalan serta mengaspalnya. Karena terlihat jelas antusiasme masyarakat untuk mengunjungi objek wisata pantai Klayar.

rute jogja klayar

Dari dan Ke Pantai Klayar. Sempit.

Melihat sempitnya badan jalan, Klayar maksimal hanya bisa didatangi menggunakan Colt atau mini bus. Bus pariwisata besar yang biasa digunakan tidak akan mencapai lokasi karena sempit dan padatnya lalu lintas. Kondisi tersebut terjadi sepanjang jalan hingga lokasi loket Pantai Klayar.

Semoga pada kunjungan berikutnya, kondisi jalan menuju pantai Klayar sudah lebih baik. Aspal rata halus dan lebar. Semoga juga, bapak penjual mie ayam bakso mendapatkan tambahan ilmu yang dapat membuat mie ayam baksonya menjadi lezat terindukan.

Lalu bagaimana wajah objek wisata pantai Klayar itu sendiri? Seperti inilah wajah Pantai Klayar, Pacitan.
Yuk, piknik lagi.

Baca juga : Penginapan hemat di Jogja, Kenyamannya serasa di rumah sendiri

~

 

Sponsor tulisan : 12 Tempat keren di Jogja untuk Liburanmu yang Maksimal

Advertisements

18 comments on “Jalan Menuju Pantai Klayar Pacitan yang Indah

  1. Pingback: Ngéden, The Falling Eden | SatusatuenMagz

  2. jarwadi
    May 6, 2015

    itu kalau ke sana bawa bus rame rame kayaknya susah ya mas

    Like

    • Satusatuen
      May 6, 2015

      Kalau jalan belum diperbaiki dan diperlebar, bukan susah lagi. Ngga bisa. Mentok bus besar/medium cuma nyampe Goa Gong.
      Selain sempit (lihat gambar diatas), permukaan jalan seperti kali asat. Mirip sungai yang kering.
      Semoga ada perbaikan.

      Like

  3. aqied
    May 6, 2015

    Aku ke Klayar akhir tahun lalu, motoran juga start dr klaten-wonogiri-klayar. Seingetku koq jalannya lancar2 aja ya. Pas di goa gong emang rada macet

    Like

    • Satusatuen
      May 6, 2015

      Pasca Goa Gong, jalannya aduhai sekali. mata yang ada cuma liatin jalan mulu.
      Ruteku : Jogja-wonosari-wonogiri-klayar.

      Like

      • aqied
        May 6, 2015

        Apa aku keseringan lewat jalan jelek ya, jadi saat itu menurutku jalanan ke sana masih baik baik aja. Hahahaha. Sampe2 postingan di blog aku bilang jalannya bagus

        Like

      • Satusatuen
        May 6, 2015

        wah, sayangnya aku ngga ambil gambarnya. Keasikan bergumul sama jalan yang seksi abis.

        Like

  4. Pingback: Ombak Melompat dan Karang Menyembur di Pantai Klayar | SatusatuenMagz

  5. Pingback: Tiga Pantai Nampu Wonogiri Yang Mempesona | SatusatuenMagz

  6. mas teguh
    August 6, 2015

    dulu ane pernah kesana..ternyata lebih indah di banding parangtritis..most beautiful beach ini this country…aku cinta Indonesia..salam kenal

    Like

  7. mascakra
    September 9, 2015

    Waduh kalo pake bus ga bisa ya… Sayang sekali.. Padahal bisa di promosikan kalo akses jalannya bagus..

    Like

    • Satusatuen
      September 9, 2015

      sayang sekali. pake bus ga bisa. jalannya terlalu kecil untuk bus pariwisata yang besar itu. Bus medium saja rasanya tidak tepat. Karena bertemunya kendaraan dari arah berlawanan. Not recomended untuk kendaraan besar. Bus mentok nyampe goa gong.

      Like

  8. farhan
    January 24, 2016

    kalau elf (panjang 6 meter, lebar 180 cm) muat nggak ya? makasih

    Like

    • Satusatuen
      January 24, 2016

      Muat sih mas Farhan. Cuman karena jalan sempit dan kalo liburan disana macet, mungkin perjalanan jadi agak kurang nyaman. Waktu maen kesana, kami juga lihat elf. Tapi jalannya merayap gitu

      Like

  9. Pingback: Jalan Menuju Pantai Pok Tunggal Yang Aduh hai | SatusatuenMagz

  10. m.muntadi
    February 21, 2016

    Gimana jl ke pantai klayar th 2016 bus besar bisa nympai lokasi p klayar belum

    Like

Tinggalkan Pesan ya Sist/Bro (Leave a comment Please)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Suka pake ini. Kamu?

download chrome

Me


Hai, Selamat datang dan selamat membaca. Tolong tinggalkan jejak disini.
Please, write a comment. Thanks visitin' this blog

Komunitas

Komunitas Blogger Jogja

Follow me on Twitter

%d bloggers like this: