SatusatuenMagz

Menulis Mengabarkan

Ombak Melompat dan Karang Menyembur di Pantai Klayar Pacitan

Akhirnya, Pantai Klayar Pacitan !

Setelah perjalanan panjang Jogja – Klayar yang melelahkan, serta terapi bokong yang wow banget rasanya. Ditambah semangkuk bakso tanpa rasa, akhirnya sampai juga di Pantai Klayar Pacitan. Liburan hari minggu kali itu sungguh istimewa.

Dari TPR, dimana retribusi masuk objek wisata berada, wajah Klayar sesungguhnya sudah terlihat. Membuat kami ingin melompat, terbang, melewati antrian panjang mobil dan motor yang berhenti. Jalan yang sempit sungguh tidak memadai jika dibanding animo masyarakat yang berkunjung ke pantai ini. Dua mobil yang berlawanan arah, cukup untuk membuat kemacetan sangat panjang.

Pantai Klayar Pacitan memiliki 2 wajah. Sebut saja wajah yang kalem dan wajah yang gahar, dua-duanya berpasir putih. Wajah yang kalem dapat ditemui sepanjang lokasi parkir hingga ke timur sebelum karang besar. Sepanjang pantai yang kalem akan anda lihat banyak yang mencari ikan kecil, bermain bersama keluarga, menjadi peneliti lumut dan ganggang dadakan, ajang pedekate, curi-curi kesempatan buat meluk ceweknya, serta masih banyak yang lain.

Ombak Melompat

Berbeda dengan wajah pantai Klayar Pacitansebelah timur yang gahar. Tidak seluas pantai sebelah barat, hanya kisaran 5o meteran. Diapit dua batu besar. Hal tersebut menyebabkan gelombang yang datang mengubah ombak menjadi keras. Membentur batu karang dengan dentuman yang gahar. Blaarrr. Terlihat bekas-bekas gerusan ombak di batu karang itu selama bertahun-tahun. Dahsyatnya ombak di sisi timur itu justru membuat pantai ini lebih menarik dari pada pantai sisi barat. Ada foto spot yang mana pengunjung rela menunggu beberapa menit hanya untuk satu momen yang muncul sekejap. Adalah saat dimana ombak melompati batu karang. Saya agak sulit untuk menceritakannya lebih detil. Lebih baik amati gambar dibawah ini.

pantai klayar pacitan

Ombak melompati batu karang.

Gambar diatas adalah saya dengan sebongkah batu karang yang sudah rata karena tergerus ombak. Mungkin butuh berjuta tahun untuk membuat batu itu berubah menjadi semacam panggung konser. Dari balik batu tersebut, ombak besar datang dan menerjang. Sebagian airnya tertahan namun sebagian yang lain sukses membasahi pengunjung yang sudah menanti kedatangannya. Terlihat ada tali di belakang saya. Tali tersebut digunakan sebagai batas maksimal pengunjung boleh berdiri. Karena terkadang, entah berapa menit sekali, ombak yang lebih besar datang. Sehingga dikhawatirkan akan membahayakan siapapun yang berdiri disana. Untuk bisa mengambil gambar pada momen tersebut, set kamera anda pada mode multi shot. Di kamera yang saya gunakan tertulis mode Burst. Kamera akan mengambil gambar terus-menerus selama tombol rana ditekan.

Itu saja? Tidak. Saya masih mencari wajah lain untuk dilihat di pantai Klayar Pacitan ini. Saya melihat ada banyak orang yang berada diatas tebing sebelah kiri pantai. Bagaimana caranya bisa diatas sana?

Bertanya? Tidak perlu. Cukup mencari jejak saja. Ini yang saya temukan.

Pantai Klayar Pacitan

Jalan menuju bukit timur pantai Klayar.

Saya melihat sebuah jalan tanah yang basah karena hujan semalam. Licin, lengket dan berbahaya. Dijamin pasti alas kaki yang anda kenakan akan menjadi tebal dan susah diangkat. Saya sudah membayangkan akan ada gazebo diatas bukit/tebing ini. Gazebo yang dikelola oleh pokdarwis setempat untuk kemajuan pantai Klayar yang mereka monetize maksimal. Mari naik.

Karang Menyembur

Dengan susah payah menaiki bukit, melalui tanah basah, akhirnya sampai juga saya diatas. Tidak ada gazebo untuk tempat istirahat. Tidak nampak semacam gardu pandang untuk menikmati luasnya samudra dan bukit hijau yang indah. Sepertinya bukit ini luput atau mungkin belum dimanfaatkan secara maksimal oleh pokdarwis setempat. Hanya ada pandan laut yang tinggi memayungi. Tapi dari sini ada yang istimewa.

Perhatikan gambar dibawah ini.

pantai klayar pacitan

Karang menyembur di pantai klayar pacitan

Seperti yang terlihat di gambar .gif diatas. Ada sebuah celah di batu besar, sebelah timur pantai Klayar. Baru bisa anda lihat setelah menaiki bukit, tentunya. Di suatu tempat di batu itu, ada lubang yang mana memungkinkan air laut dapat masuk. Dengan tekanan ombak yang datang, air dalam celah itu naik dan menyembur keluar. Air mancur alam tersaji apik menghibur jiwa yang lelah menaiki bukit yang licin.

Saya sangat menikmati berada diatas bukit seperti itu. Memandang cakrawala, laut biru, langit dan awannya, bukit yang hijau. Wuih, saya sangat mencintai hal ini. Mata saya selalu haus akan hal tersebut. Ingin rasanya berlama-lama dengan pantai Klayar Pacitan. Namun jarum jam menunjuk pukul 2 siang. Mari turun.

Dalam perjalanan turun, sebenarnya saya sangat ingin menengok pantai yang berada di sebelah timur pantai Klayar. Pasirnya hitam. Mengingatkan saya pada pantai Pandansimo Bantul yang juga berpasir hitam. Hanya bedanya, pantai Pandansimo tidak berbatas langsung dengan bukit seperti ini.

Pantai Klayar Pacitan

Pantai sebelah timur bukit pantai Klayar.

Jika tidak karena khawatir kesorean, mungkin saya sudah turun dan mencumbui pantai yang tidak saya ketahui namanya ini. Dilihat dari jejak kaki yang tertinggal, tidak banyak yang menghampirinya. Andai saja tiba lebih awal, mungkin saya sudah menaiki karang yang terlihat di gambar itu serta berjalan lebih ke timur lagi. Tapi tak mengapa, selalu ada hari esok.

Sudah pukul 3 sore, waktunya kembali ke Jogja. Perjalanan yang panjang dimulai lagi. Diawali putaran gas kecil untuk melewati tanjakan tinggi. Seperti kehidupan, bukan.

Baru beberapa tikungan, saya sudah teringat kembali track yang akan kami lewati. Permukaan jalan tidak rata, terapi bokong, pinggang yang ngilu. Doraemon mana doraemon. Pengin rasanya pinjam baling-baling bambunya.

“hoi, pengin beli sale pisang nih. Mampir goa Gong yaaa” seru kawanku.
“ooo, tidaaak”

~

Sponsor tulisan : Jogjaminded.com

Advertisements

6 comments on “Ombak Melompat dan Karang Menyembur di Pantai Klayar Pacitan

  1. Pingback: Jalan Menuju Pantai Klayar yang Indah | SatusatuenMagz

  2. Pingback: Tiga Pantai Nampu Wonogiri Yang Mempesona | SatusatuenMagz

  3. indra
    September 21, 2015

    terima kasih informasinya mas bro…rencana sama teman2 mo rame2 touring ke klayar….
    informasi ente sangat membantu….

    Like

  4. Zahmi Adam
    February 27, 2016

    ..Tanya Bro..: Jalan kaki keatas bukit yg disebelah kiri itu..berapa lama (menit) ? dari pantai ke atas bukit

    Like

    • Satusatuen
      February 27, 2016

      Kalau ngga becek gara-gara hujan sebelumnya, kira-kira 5 menitan lah. Tapi kalau becek, ya….lebih lama.

      Like

Tinggalkan Pesan ya Sist/Bro (Leave a comment Please)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on May 7, 2015 by in Pariwisata and tagged , .

Suka pake ini. Kamu?

download chrome

Me


Hai, Selamat datang dan selamat membaca. Tolong tinggalkan jejak disini.
Please, write a comment. Thanks visitin' this blog

Komunitas

Komunitas Blogger Jogja

Follow me on Twitter

%d bloggers like this: